Jawa Pos Radar Ngawi – Aksi seorang pemuda yang mengamuk sambil membawa senjata tajam di Desa Tepas, Kecamatan Geneng, Senin (23/2), berakhir setelah aparat kepolisian melumpuhkan pelaku.
Proses penanganan berlangsung dramatis hingga sekitar lima jam.
Pelaku diketahui bernama Joni Peter, 35, warga setempat.
Dia meresahkan warga setelah membawa golok dan melempari atap rumah warga sebelum bersembunyi di dalam rumah bersama adiknya.
Kapolsek Geneng AKP Haris Sunarto mengatakan, polisi menerima laporan warga terkait aksi pelaku yang mengganggu keamanan lingkungan.
Penanganan dilakukan aparat gabungan Polres Ngawi dan Polsek Geneng sejak pukul 09.00.
Awalnya personel Polsek Geneng kesulitan mengendalikan situasi sehingga meminta bantuan satu kompi Sat Sabhara.
Pelaku bertahan di dalam kamar sambil mengacungkan golok ke arah petugas.
’’Kami sudah melakukan negosiasi agar pelaku menyerahkan diri, namun tidak berhasil karena pelaku semakin agresif,’’ ujarnya.
Setelah upaya persuasif gagal, polisi mengambil tindakan tegas dengan menembakkan pistol kejut beberapa kali hingga pelaku lemas dan berhasil diamankan sekitar pukul 14.15.
Pelaku kemudian diborgol dan dibawa keluar rumah bersama adiknya, Leo Kristoni, 29, dalam kondisi selamat.
Polisi turut mengamankan dua bilah senjata tajam berupa golok dan pisau.
Joni selanjutnya dibawa ke RSUD dr. Soeroto Ngawi untuk menjalani perawatan serta pemeriksaan lebih lanjut.
Polisi masih mendalami motif aksi tersebut.
Menurut keterangan warga, pelaku diduga mengalami depresi dan sebelumnya kerap berkeliling kampung sambil berteriak serta membawa senjata tajam.
Bahkan empat rumah warga sempat terkena lemparan batu hingga genteng pecah.
’’Sudah lama kami resah. Takut kalau tiba-tiba dia datang sambil membawa golok,’’ ujar warga setempat, Suwarno. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto