Jawa Pos Radar Ngawi – Rencana relokasi SDN 01 Sambirejo, Kecamatan Mantingan, belum menjadi prioritas Pemkab Ngawi tahun ini.
Pengadaan lahan baru tidak masuk dalam alokasi anggaran sehingga sekolah tersebut dipastikan masih berdiri di lahan milik Pondok Modern Darussalam Gontor dalam waktu lebih lama.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Ngawi Kabul Tunggul Winarno mengatakan, pengadaan lahan sebenarnya sempat dianggarkan tahun lalu.
Namun, rencana itu gagal terealisasi lantaran negosiasi harga dengan pemilik lahan tidak mencapai kesepakatan.
’’Tahun lalu sudah kami anggarkan sekitar Rp 2,1 miliar, tetapi negosiasi harga tidak mencapai kesepakatan. Harga appraisal Rp 800 ribu per meter persegi, sementara pemilik meminta Rp 1 juta,’’ ujarnya, Kamis (26/2).
Relokasi dinilai mendesak karena bangunan SDN 01 Sambirejo berdiri di atas lahan milik yayasan Pondok Modern Darussalam Gontor yang telah meminta asetnya kembali.
Kebutuhan lahan untuk relokasi diperkirakan sekitar 2.700 meter persegi.
Meski belum masuk anggaran murni tahun ini, pemkab masih membuka peluang pengadaan lahan melalui perubahan anggaran apabila memungkinkan.
’’Jika memungkinkan bisa melalui perubahan anggaran,’’ kata Kabul.
Dia berharap pengadaan lahan dapat diselesaikan tahun ini agar pembangunan gedung sekolah baru bisa dianggarkan pada tahun berikutnya.
Lokasi relokasi tetap direncanakan berada di wilayah Sambirejo.
Saat ini kegiatan belajar mengajar masih berlangsung menggunakan bangunan lama.
Kondisi sejumlah ruang kelas mengalami kerusakan, namun perbaikan besar belum dapat dilakukan karena sekolah akan direlokasi.
’’Perbaikan hanya ringan melalui dana BOS sesuai peruntukannya,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto