Jawa Pos Radar Ngawi – Kebutuhan air bersih masyarakat Kabupaten Ngawi masih belum terpenuhi.
Berdasarkan analisis Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Kabupaten Ngawi, daerah ini masih mengalami kekurangan air bersih hingga 12.155.300 liter per hari.
Kepala DPRKP Ngawi Maftuh Affandi mengatakan kebutuhan air bersih masyarakat mencapai 91.016.800 liter per hari.
Perhitungan tersebut didasarkan pada jumlah penduduk Ngawi yang mencapai 910.168 jiwa dengan rata-rata kebutuhan air 100 liter per orang per hari.
Sementara itu, potensi ketersediaan air dari berbagai sumber seperti SPAM, PDAM, dan sumur hanya mencapai sekitar 78.861.000 liter per hari.
“Artinya masih ada kekurangan lebih dari 12 juta liter per hari,” ujarnya.
Untuk mengatasi kondisi tersebut, DPRKP menyiapkan kajian teknis penyediaan air minum, terutama di wilayah non-cekungan air tanah (non-CAT).
Kajian tahap awal dilakukan di enam kecamatan dengan sasaran sekitar 68 desa.
Maftuh mengatakan kajian tersebut akan menelusuri berbagai alternatif sumber air, termasuk kemungkinan pemanfaatan air permukaan di sekitar kawasan Gunung Lawu.
“Semua akan dikaji secara detail, mulai dari sumber air hingga wilayah penerima manfaat,” jelasnya.
Jika hasil kajian dinilai layak, program penyediaan air bersih tersebut berpeluang direalisasikan mulai 2027 melalui pembiayaan pemerintah daerah. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto