Jawa Pos Radar Ngawi – Ratusan pencari kerja memadati pintu masuk pabrik PT GFT Indonesia Investment di Desa Geneng, Kecamatan Geneng.
Mereka datang untuk menyerahkan lamaran pekerjaan.
Video antrean panjang tersebut bahkan viral di media sosial.
’’Benar, ada lonjakan pelamar kerja,’’ kata Kabid Tenaga Kerja Dinas Perdagangan Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Ngawi Supriyadi, Sabtu (7/3).
Supriyadi menjelaskan tahun ini PT GFT menargetkan perekrutan sekitar 2.000 hingga 3.000 pekerja.
Saat ini perusahaan tersebut telah mempekerjakan sekitar 1.500 karyawan.
Jumlah tersebut diperkirakan terus bertambah dalam dua hingga tiga tahun ke depan.
’’Diperkirakan dua sampai tiga tahun ke depan bisa mencapai 5.000 sampai 7.000 karyawan,’’ ujarnya.
Selain PT GFT, sejumlah perusahaan lain juga akan membuka lowongan kerja di Kabupaten Ngawi.
Di antaranya PT Sintec yang dijadwalkan mulai beroperasi Mei mendatang.
Kemudian PT Whaihing, PT GFG, serta PT Royal Regen.
Total kebutuhan tenaga kerja dari sejumlah perusahaan tersebut diperkirakan mencapai 2.000 hingga 4.000 orang.
Namun di sisi lain, angka pengangguran di Ngawi masih cukup tinggi.
Data Badan Pusat Statistik Kabupaten Ngawi tahun 2025 mencatat dari total 535.919 angkatan kerja, sebanyak 523.834 orang telah bekerja.
Sementara sekitar 12.085 orang masih menganggur.
Menurut Supriyadi, salah satu tantangan utama adalah kesesuaian keterampilan pencari kerja dengan kebutuhan industri.
’’Lowongan pekerjaan yang tersedia tidak sebanding dengan keahlian yang dimiliki para pencari kerja,’’ katanya.
Karena itu, pemerintah daerah melalui DPPTK menggelar pelatihan kerja serta program pemagangan di perusahaan.
Program tersebut ditujukan bagi pencari kerja yang belum memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri.
’’Kami melakukan pelatihan dan program pemagangan agar pencari kerja memiliki keterampilan yang dibutuhkan perusahaan,’’ pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto