Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mengambil langkah strategis untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Salah satunya melalui program pelatihan kerja berbasis industri dengan menggandeng perusahaan di daerah.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan, kebijakan tersebut bertujuan menyiapkan tenaga kerja yang sesuai kebutuhan industri.
Dengan begitu, peluang masyarakat lokal terserap di dunia kerja semakin besar.
“Kami sudah memanggil beberapa direksi perusahaan di Ngawi untuk mendukung penguatan sumber daya manusia,” ujarnya, Jumat (27/3).
Pemkab mendorong perusahaan menyediakan balai latihan kerja (BLK) yang terintegrasi langsung di lingkungan perusahaan.
Skema ini dinilai lebih efektif karena peserta dapat langsung praktik menggunakan peralatan sesuai standar industri.
“Peserta tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga praktik langsung sesuai kebutuhan perusahaan,” jelasnya.
Dalam skema tersebut, perusahaan diwajibkan menyediakan sarana dan prasarana pelatihan, termasuk alat dan bahan baku.
Sementara pemkab memberikan dukungan pembiayaan tertentu, seperti transportasi peserta.
“Pemerintah daerah membantu transportasi peserta. Karena kebutuhan alat di setiap perusahaan berbeda,” terangnya.
Ony menegaskan, kebijakan ini menjadi bagian dari upaya menyiapkan tenaga kerja lokal yang siap pakai dan mampu bersaing di sektor industri.
“Yang jelas, perusahaan wajib memiliki BLK untuk pelatihan kerja masyarakat,” tegasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto