Jawa Pos Radar Ngawi – Instalasi Pengolahan Lumpur Tinja (IPLT) di Desa Karangtengah Prandon, Kecamatan Ngawi, mulai kewalahan.
Kapasitas pengolahan yang terbatas tak lagi sebanding dengan lonjakan kebutuhan layanan sanitasi.
Kabid Kawasan Permukiman Disperkim Ngawi Pipit Dwi Herlina mengatakan, peningkatan permintaan dipicu pertumbuhan kawasan permukiman hingga aktivitas industri.
’’Pertumbuhan perumahan, kawasan industri, hingga keberadaan sekolah rakyat di sekitar lokasi mempercepat peningkatan permintaan layanan sedot tinja,’’ ujarnya.
Saat ini, kapasitas pengolahan IPLT hanya sekitar 17 meter kubik. Sementara permintaan layanan mencapai puluhan truk setiap bulan.
Dengan siklus pengolahan tiga hari, kondisi tersebut membuat kapasitas eksisting nyaris overload.
Pemkab pun menyiapkan langkah pengembangan. Penambahan kapasitas menjadi kebutuhan mendesak untuk mengimbangi kebutuhan sanitasi masyarakat.
’’Kami akan mengembangkan kapasitas IPLT. Perkiraan anggarannya sekitar Rp 3 miliar,’’ ungkap Pipit.
Rencana tersebut diawali dengan penyusunan detail engineering design (DED) sebagai dasar teknis pembangunan.
Kapasitas IPLT ditargetkan meningkat menjadi sekitar 20 meter kubik.
Selain menambah daya tampung, pengembangan ini diharapkan mampu mendukung layanan sanitasi yang lebih layak dan aman.
’’Realisasi proyeknya pada 2027,’’ tandasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto