Jawa Pos Radar Ngawi – Cuaca ekstrem masih membayangi wilayah Ngawi.
Hujan deras dan angin kencang datang silih berganti, memicu berbagai kejadian bencana dalam tiga bulan terakhir.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sedikitnya 114 kejadian bencana sejak Januari hingga awal Maret.
Kasi Kedaruratan BPBD Ngawi Partoyo mengatakan, kondisi tersebut dipengaruhi keberadaan Siklon Tropis Narelle di Samudra Hindia selatan Indonesia.
’’Terutama di wilayah selatan Pulau Jawa,’’ ujarnya, Minggu (29/3).
Meski tidak melintas langsung di Indonesia, siklon tersebut memicu tarikan massa udara dan memperkuat pembentukan awan hujan.
Dari total 114 kejadian, angin kencang mendominasi dengan 78 kasus. Disusul banjir sebanyak 31 kejadian dan tanah longsor lima kejadian.
Kerugian materiil ditaksir mencapai Rp 57 juta.
’’Sejumlah fasilitas umum juga terdampak, termasuk jembatan di beberapa titik,’’ jelasnya.
BPBD pun meningkatkan kesiapsiagaan. Personel gabungan bersama relawan disiagakan di seluruh kecamatan.
Langkah cepat penanganan juga disiapkan untuk mengantisipasi bencana susulan.
’’Cuaca ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa waktu ke depan,’’ tegas Partoyo. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto