Jawa Pos Radar Ngawi – Video satir kreator konten yang memperagakan mandi di kubangan jalan Karangjati–Rejuno viral di media sosial.
Pemerintah Kabupaten Ngawi langsung merespons kondisi jalan rusak tersebut.
Video berdurasi 35 detik diunggah Adisyah Reza pada Senin (30/3). Aksi tersebut dianggap sebagai sindiran atas kondisi jalan yang tergenang air saat hujan.
Kabid Bina Marga DPUPR Ngawi Muhammad Fauzi Amir Rachman mengakui kerusakan terjadi akibat genangan air di badan jalan saat hujan dengan intensitas tinggi.
’’Akan segera kami perbaiki menggunakan aspal penetrasi,’’ katanya, kemarin (31/3).
Perbaikan sementara akan dilakukan di ruas Karangjati hingga Pengkolan sepanjang sekitar 10 kilometer.
Namun, pelaksanaan masih menunggu kesiapan material aspal.
’’Saat aspal siap, segera kami perbaiki,’’ ungkapnya.
Fauzi menambahkan, perbaikan permanen sebenarnya menjadi kewenangan pemerintah pusat.
Sebab, ruas jalan tersebut merupakan penghubung Ngawi–Bojonegoro.
Sejak 2024, ruas tersebut sudah masuk rencana perbaikan oleh pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum.
Bahkan, survei telah dilakukan dan anggaran disiapkan.
Rinciannya, ruas Karangjati–Rejuno dialokasikan Rp 24,1 miliar untuk panjang 4,1 kilometer.
Sedangkan ruas Rejuno–Pengkolan sebesar Rp 34,8 miliar untuk 5,8 kilometer.
Namun hingga kini, belum ada kepastian kelanjutan proyek tersebut.
’’Namun hingga saat ini belum ada kepastian kelanjutan,’’ ucapnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto