Jawa Pos Radar Ngawi – Proyek Sekolah Rakyat (SR) di Desa Karangtengah Prandon terus dikebut.
Wakil Menteri Pekerjaan Umum Diana Kusumastuti meminta percepatan usai sidak ke lokasi, Rabu (1/4).
Progres pembangunan saat ini baru mencapai 10,18 persen. Meski demikian, capaian tersebut masih mencatat deviasi positif sekitar dua persen.
’’Progres masih rendah, tapi deviasinya positif. Namun tetap harus dipercepat,’’ ujarnya.
Percepatan dinilai mendesak. Sebab, fasilitas pendidikan tersebut ditarget mulai digunakan pada Juli mendatang.
’’Juli sudah harus ada siswa masuk, meski kontrak sampai Agustus,’’ tegasnya.
Diana menilai waktu pengerjaan sangat terbatas. Karena itu, penambahan tenaga kerja menjadi opsi utama.
Saat ini jumlah pekerja sekitar 264 orang. Ia mendorong penambahan tenaga sekaligus penerapan sistem kerja tiga shift.
’’Bisa 24 jam dengan tiga shift supaya pekerjaan cepat selesai,’’ katanya.
Secara teknis, tahap pematangan lahan telah rampung. Pekerjaan kini berlanjut ke pondasi dan struktur kolom.
’’Cutting selesai. Sekarang masuk pondasi dan kolom,’’ jelasnya.
Proyek tersebut mencakup 16 massa bangunan yang dikerjakan secara paralel. Tanpa percepatan, target penyelesaian dikhawatirkan molor.
’’Kita tunggu hasil evaluasi berikutnya,’’ terangnya.
Pembangunan SR dikerjakan PT Brantas Abipraya dengan total nilai Rp 911 miliar untuk empat kabupaten.
Khusus di Ngawi, nilai proyek mencapai lebih dari Rp 200 miliar. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto