Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

DBD Mengganas di Ngawi, Dua Warga Meninggal dan Kasus Baru Muncul

Asep Syaeful • Rabu, 8 April 2026 | 11:30 WIB
BASMI NYAMUK DEWASA: Petugas puskesmas melakukan fogging di kawasan Madiasri, Ngawi, untuk menekan penyebaran DBD, kemarin (7/4). ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI
BASMI NYAMUK DEWASA: Petugas puskesmas melakukan fogging di kawasan Madiasri, Ngawi, untuk menekan penyebaran DBD, kemarin (7/4). ASEP SYAEFUL BACHRI/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Kasus demam berdarah dengue (DBD) di Ngawi mengganas pada awal 2026.

Penyakit yang ditularkan nyamuk Aedes aegypti itu bahkan merenggut dua nyawa sepanjang triwulan pertama.

Data Dinas Kesehatan Ngawi mencatat total 98 kasus DBD terjadi pada periode Januari hingga Maret.

Kasus menyerang berbagai kelompok usia, mulai bayi hingga lansia.

"Dua orang yang meninggal dunia terjadi saat Januari dan Februari saat kasus sedang tinggi-tingginya," kata Anang Ristanto, Pengelola Program Penyakit Menular Vektor Bidang P2P Dinkes Ngawi, kemarin (7/4).

Baca Juga: Golkar Ngawi Siapkan PAW Winarto, KPU: Baru Tahap Konsultasi

Memasuki April, kasus baru kembali ditemukan. Tiga warga di kawasan Madiasri, Desa Jururejo, dinyatakan positif DBD.

Petugas puskesmas langsung melakukan fogging sebagai langkah penanganan awal.

‘’Hasil penyelidikan epidemiologi, ditemukan jentik Aedes aegypti di lingkungan warga,’’ ujarnya.

Namun, Anang menegaskan fogging hanya efektif membasmi nyamuk dewasa. Sementara telur dan jentik tetap bertahan.

‘’Telur nyamuk DBD mampu bertahan hingga enam bulan,’’ ungkapnya.

Baca Juga: Satpol PP Ngawi Patroli Naik Sepeda, Banner Liar Ditertibkan

Karena itu, upaya pemberantasan sarang nyamuk (PSN) menjadi kunci utama pencegahan.

Warga diminta rutin membersihkan lingkungan, terutama tempat yang berpotensi menampung air seperti ban bekas dan wadah terbuka.

Nyamuk Aedes aegypti diketahui berkembang biak di air tergenang yang tidak bersentuhan langsung dengan tanah.

Serangga tersebut juga kerap beristirahat di tempat gelap, seperti pakaian yang digantung atau kolong tempat tidur.

‘’Aedes aegypti berkembang biak di air yang menggenang dan tidak bersentuhan langsung dengan tanah. Kerap beristirahat di tempat gelap seperti pakaian yang digantung atau kolong tempat tidur,’’ pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#dbd ngawi #kasus dbd 2026 #Dinas Kesehatan Ngawi #fogging #ngawi