Gaya Hidup Hiburan Internasional Kab. Madiun Kota Madiun Magetan Nasional Ngawi Olahraga Pacitan Ponorogo

Leptospirosis Muncul Lagi di Ngawi, Dinkes Temukan 3 Kasus Baru

Asep Syaeful • Kamis, 9 April 2026 | 07:30 WIB
Petugas kesehatan mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran Leptospirosis di Ngawi. FOTO: DOK RADAR MADIUN
Petugas kesehatan mengimbau warga menjaga kebersihan lingkungan untuk mencegah penyebaran Leptospirosis di Ngawi. FOTO: DOK RADAR MADIUN

NGAWI – Kasus Leptospirosis kembali ditemukan di Kabupaten Ngawi. Dinas Kesehatan (Dinkes) setempat mencatat tiga kasus positif pada awal 2026.

Temuan tersebut memicu kewaspadaan, mengingat penyakit ini sempat menyebabkan kematian pada tahun sebelumnya.

Pengelola Program Penyakit Menular Vektor Dinkes Ngawi Anang Ristanto memastikan seluruh pasien yang terdeteksi telah mendapatkan penanganan medis dan dinyatakan sembuh.

"Alhamdulillah, semuanya sembuh, tertangani," ujarnya, kemarin (8/4).

Baca Juga: Razia Lapas Ngawi, Petugas Sita 3 Handphone dan Sajam Rakitan

Anang menegaskan, leptospirosis tidak bisa sembuh hanya dengan mengandalkan daya tahan tubuh. Penanganan medis tetap menjadi kunci utama.

"Harus periksa ke fasilitas kesehatan untuk mendapatkan obat. Tidak cukup hanya mengandalkan antibodi tubuh," jelasnya.

Penyakit ini ditularkan melalui urin tikus yang mengandung bakteri.

Penularan umumnya terjadi saat seseorang beraktivitas di lingkungan berisiko seperti area banjir, persawahan, atau tempat yang kotor dan banyak tikus.

Bakteri dapat masuk ke dalam tubuh melalui luka terbuka atau kontak langsung dengan air yang telah terkontaminasi.

Baca Juga: Pengeroyokan Viral di Ngawi Terungkap, 2 Pelaku Ditangkap Polisi

"Jadi bisa menular jika masuk lubang luka ke dalam tubuh," terangnya.

Gejala leptospirosis bervariasi, mulai dari mual, pusing, hingga penurunan kesadaran.

Namun, tanda yang paling khas adalah nyeri hebat pada bagian betis.

Jika tidak segera ditangani, infeksi dapat menyerang organ vital seperti ginjal hingga berisiko menyebabkan gagal ginjal.

"Kalau merasakan seperti itu, segera ke fasilitas kesehatan," tegasnya.

Baca Juga: DBD Mengganas di Ngawi, Dua Warga Meninggal dan Kasus Baru Muncul

Anang menambahkan, tidak semua tikus membawa bakteri tersebut.

Namun, keberadaan tikus tetap harus diwaspadai sebagai potensi sumber penularan.

Untuk mencegah penyebaran, masyarakat diminta menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS). Lingkungan harus dijaga tetap bersih agar tidak menjadi habitat tikus.

"Peralatan makan ditutup, sikat gigi dan perlengkapan pribadi juga sebaiknya disimpan dengan baik agar tidak terkontaminasi," pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#leptospirosis ngawi #penyakit tikus #phbs #ngawi #dinkes ngawi