Jawa Pos Radar Ngawi – Temuan kasus suspek Campak kembali muncul di Ngawi.
Dinas Kesehatan setempat mencatat sebanyak 19 kasus suspek ditemukan di sejumlah fasilitas kesehatan.
Tim Kerja Imunisasi Surveilans Dinkes Ngawi Daut Setyowahono mengatakan, seluruh temuan berasal dari hasil surveilans di puskesmas dan rumah sakit.
“Itu berdasarkan gejala demam disertai ruam, positif campak sesuai uji laboratorium belum ada,” ungkapnya, Kamis (9/4).
Dari total temuan tersebut, sebanyak 18 spesimen telah dikirim ke laboratorium di Surabaya untuk pemeriksaan lanjutan.
Sementara satu spesimen masih dalam proses di Dinkes Ngawi.
“Pengambilan spesimen ini akumulasi sejak Januari hingga sekarang, kemudian dikirim ke BBLK Surabaya untuk memastikan hasilnya,” jelasnya.
Sebagai langkah antisipasi, Dinkes Ngawi menggencarkan program imunisasi kejar atau catch up campaign (CUC) campak.
Program tersebut menyasar anak-anak yang belum mendapatkan imunisasi lengkap sesuai usia.
“Saat vaksin campak sudah lengkap, risiko terpapar lebih ringan,” ujarnya.
Meski demikian, masih terdapat sebagian kecil masyarakat yang menolak vaksinasi. Umumnya disebabkan alasan keyakinan.
Daut menegaskan, edukasi kepada masyarakat terus dilakukan oleh tenaga kesehatan untuk meningkatkan kesadaran pentingnya imunisasi.
“Imunisasi lengkap mencegah penularan dan meminimalkan dampak saat terinfeksi campak. Satu-satunya pencegahan yang efektif adalah imunisasi,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto