NGAWI – Revitalisasi Pasar Beran ditetapkan sebagai salah satu proyek strategis Kabupaten Ngawi tahun 2026.
Pemerintah kabupaten mendapatkan bantuan keuangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur sebesar Rp 10 miliar untuk mendukung pembangunan pasar rakyat tersebut.
Kepala Bidang Pasar DPPTK Ngawi Yunika Nur mengatakan, saat ini pihaknya masih menunggu pencairan dana ke kas daerah.
“Bantuan keuangan dari Pemprov Jatim sebesar Rp 10 miliar sudah ada kepastian. Sekarang tinggal menunggu transfer ke kas daerah,” ujarnya, Selasa (14/4).
Sembari menunggu pencairan, sejumlah tahapan teknis mulai dipersiapkan.
Di antaranya review Detail Engineering Design (DED) guna menyesuaikan rencana pembangunan dengan kondisi lapangan dan kemampuan anggaran.
Selain itu, dilakukan proses appraisal untuk menghitung kebutuhan biaya pembongkaran bekas rumah dinas wakil bupati yang berada di sisi utara pasar.
“Sekarang masih review DED. Kemudian juga persiapan appraisal,” jelasnya.
Setelah appraisal selesai, tahapan berikutnya adalah lelang pembongkaran melalui KPKNL.
Proses tersebut ditargetkan berlangsung pada akhir Mei hingga awal Juni mendatang.
Bekas rumah dinas wakil bupati akan dibongkar total karena masuk dalam area pengembangan Pasar Beran.
“Secara eksisting nanti akan terhubung dengan Pasar Beran yang sekarang,” katanya.
Berdasarkan perencanaan awal, kebutuhan anggaran proyek mencapai sekitar Rp 21,6 miliar.
Namun, karena keterbatasan anggaran, pembangunan tahap awal difokuskan pada lokasi baru serta perbaikan ringan pasar lama.
Pasar baru dirancang satu lantai dengan kapasitas sekitar 60 kios. Jumlah tersebut masih dapat berubah mengikuti hasil review layout DED terbaru.
“Jumlah kios menyesuaikan hasil review layout DED terbaru,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto