NGAWI – Insiden ledakan alat pengering di dapur program makan bergizi gratis (MBG) di Ngawi kini dalam penyelidikan.
Polda Jawa Timur menerjunkan tim Laboratorium Forensik (Labfor) untuk memastikan penyebab pasti kejadian.
Pemeriksaan dilakukan di SPPG Kandangan 2, Desa Kandangan, Kecamatan Ngawi, Selasa (14/4).
Kapolres Ngawi AKBP Prayoga Angga Widyatama mengatakan, pendekatan ilmiah diperlukan agar penanganan kasus berjalan akurat.
’’Pemeriksaan ilmiah dari Tim Labfor penting untuk memastikan penyebab ledakan secara akurat,’’ ujarnya.
Pemeriksaan dilakukan bersama jajaran Polsek Ngawi Kota. Polisi mengumpulkan sejumlah bukti untuk dianalisis lebih lanjut.
Peristiwa ledakan terjadi Rabu (8/4) sekitar pukul 18.40 WIB. Saat itu, alat pengering di dapur mendadak mati.
Seorang pekerja, Angga Mohamad Tohari (28), mencoba menyalakan kembali alat tersebut. Namun, alat justru meledak.
Akibat kejadian tersebut, korban mengalami luka bakar dan hingga kini masih menjalani perawatan di rumah sakit.
Selain korban luka, ledakan juga menyebabkan kerusakan di area dapur dengan kerugian materiil ditaksir sekitar Rp 20 juta.
Kapolsek Ngawi Kota Jais Bintoro menyebut, dugaan sementara ledakan dipicu oleh akumulasi gas.
’’Api sempat mati, tetapi gas masih menyala. Saat dinyalakan kembali, gas memicu ledakan,’’ jelasnya.
Polisi memastikan proses penyelidikan dilakukan secara transparan.
Hasil pemeriksaan Labfor akan menjadi dasar penentuan penyebab sekaligus bahan evaluasi keselamatan kerja di dapur MBG. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto