Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

PDIP Buka Ruang Gen Z dan Milenial di Ngawi, Targetkan Dominasi Pemilih Muda

Asep Syaeful • Senin, 20 April 2026 | 20:02 WIB
Musancab PDIP Ngawi di Pendopo Wedya Graha, membahas keterlibatan Gen Z dan milenial dalam struktur kepengurusan partai. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Musancab PDIP Ngawi di Pendopo Wedya Graha, membahas keterlibatan Gen Z dan milenial dalam struktur kepengurusan partai. FOTO: ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Keterlibatan generasi muda dalam politik masih menjadi tantangan.

PDI Perjuangan mulai membuka ruang lebih luas bagi Gen Z dan milenial, terutama dalam struktur kepengurusan hingga tingkat kecamatan.

Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Jawa Timur Budi Sulistyo saat Musyawarah Anak Cabang (Musancab) di Pendopo Wedya Graha, Minggu (19/4).

Menurut dia, komposisi pemilih ke depan akan didominasi generasi muda. “Sekitar 60 sampai 70 persen pemilih adalah Gen Z dan milenial,” ujarnya.

Karena itu, partai dituntut beradaptasi dengan membuka ruang lebih besar bagi kader muda.

Salah satunya melalui keterlibatan dalam kepengurusan di tingkat pengurus anak cabang (PAC).

“Di PAC minimal harus ada unsur anak muda,” tegasnya.

Namun, keterlibatan tersebut tidak cukup hanya dilihat dari faktor usia.

Kader muda juga dituntut aktif, komunikatif, dan mampu menjadi representasi partai di tengah masyarakat.

“Mereka harus bisa menjadi juru bicara partai,” lanjutnya.

Ia mengakui, sebagian generasi muda masih enggan terjun ke dunia politik.

Bukan karena menolak partai, melainkan belum menemukan ruang yang sesuai untuk berkontribusi.

Karena itu, partai harus membuka diri sekaligus mampu menjawab kebutuhan generasi muda.

“Partai harus jadi ruang perjuangan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua DPC PDI Perjuangan Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut antusiasme pelaksanaan Musancab cukup tinggi. Kegiatan tersebut diikuti perwakilan dari 19 PAC.

Total terdapat 206 personalia PAC serta 651 peserta dari tingkat ranting dan desa yang turut ambil bagian dalam agenda tersebut.

Musancab digelar untuk membentuk kepengurusan PAC periode 2026–2031.

Setelah itu, konsolidasi akan dilanjutkan hingga tingkat ranting dan anak ranting.

Menurut Antok—sapaan Dwi Rianto Jatmiko—keterlibatan perempuan dan generasi muda relatif mudah diwujudkan.

Hal itu didukung komunikasi yang selama ini terjalin dengan organisasi kepemudaan.

“Unsur perempuan, milenial, dan Gen Z sudah kami masukkan,” pungkasnya. (sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
#gen z politik #milenial politik #musancab PDIP #pemilih muda #pdip ngawi