Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mengawal langsung proses rekrutmen tenaga kerja di perusahaan baru.
Langkah ini dilakukan untuk memastikan peluang kerja benar-benar dinikmati masyarakat lokal.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko mendatangi PT Sintec Industri Indonesia di Desa Kandangan, kemarin (20/4). Perusahaan tersebut bersiap merekrut hingga 10 ribu karyawan.
“Kami ingin memastikan proses rekrutmen sesuai aturan dan memberi peluang bagi warga Ngawi,” ujarnya.
Pemkab menegaskan, kehadiran investasi harus memberikan dampak nyata, terutama dalam membuka lapangan pekerjaan bagi masyarakat setempat.
“Ini harapan masyarakat,” tegasnya.
Untuk mendukung kebutuhan tenaga kerja, pemkab mulai memetakan kompetensi dan keterampilan yang dibutuhkan perusahaan.
Langkah ini dilakukan agar calon tenaga kerja dapat dipersiapkan sejak dini.
Setiap tahun, jumlah lulusan SMK di Ngawi mencapai sekitar 27 ribu orang.
Namun, yang siap masuk dunia kerja diperkirakan hanya 18 hingga 20 ribu orang. Sisanya memilih melanjutkan pendidikan atau berwirausaha.
Menjawab kebutuhan industri, pemkab menyiapkan sejumlah skema.
Di antaranya program pemagangan serta kerja sama antara Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Ketenagakerjaan (DPPTK) dengan SMK.
Kurikulum pendidikan juga mulai disesuaikan dengan kebutuhan industri agar lulusan lebih siap kerja.
“Nanti kebutuhan perusahaan dikenalkan sejak di sekolah,” jelasnya.
Sementara itu, lulusan yang telah menyelesaikan pendidikan akan ditingkatkan keterampilannya melalui balai latihan kerja (BLK).
Pemkab berharap sinergi antara pemerintah, sekolah, dan perusahaan mampu menekan angka pengangguran sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Tujuannya mengurangi pengangguran,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto