Jawa Pos Radar Ngawi – Harga minyak goreng (migor) subsidi merek Minyakita di Pasar Besar Ngawi (PBN) melambung dalam dua bulan terakhir.
Selain langka, harga jualnya kini melampaui harga eceran tertinggi (HET).
Pantauan di lapangan, Minggu (20/4), stok Minyakita nyaris kosong di sejumlah lapak pedagang.
Kalaupun tersedia, harganya mencapai Rp22 ribu per liter. Padahal, HET ditetapkan Rp15.700 per liter.
“Susah dapat pasokan dari distributor,” ujar Hana, salah satu pedagang PBN.
Kenaikan harga tidak hanya terjadi pada minyak goreng subsidi. Produk kemasan merek lain juga ikut terdampak.
Untuk kemasan 800 mililiter, harga naik dari Rp18 ribu menjadi Rp22 ribu.
Sementara itu, minyak goreng curah kini dijual sekitar Rp23 ribu per liter, dari sebelumnya Rp18 ribu.
Pedagang lain, Bagus Widiantoro, menyebut kenaikan harga juga terjadi pada bahan pokok lainnya.
Gula pasir, misalnya, naik Rp2 ribu menjadi Rp18.500 per kilogram.
Menurut dia, kenaikan harga sejumlah komoditas secara bersamaan berdampak langsung pada daya beli masyarakat.
“Semoga harga segera stabil,” tuturnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto