Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Pemdes Jagir Optimalkan Dana Desa 2026 untuk Program Ketahanan Pangan Mandiri dan Geliatkan Ekonomi

Latifatul Afifa • Jumat, 24 April 2026 | 15:01 WIB
Program pembesaran lele di Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi.
Program pembesaran lele di Desa Jagir, Kecamatan Sine, Ngawi.

Jawa Pos Radar Madiun - Pemerintah Desa Jagir di Kecamatan Sine terus melakukan berbagai upaya nyata untuk mewujudkan kemandirian desa dan kecukupan pangan bagi masyarakatnya.

Salah satu langkah strategis yang diambil adalah melalui pelaksanaan program pembesaran ikan lele serta pembibitan berbagai jenis tanaman buah yang produktif.

Kepala Desa Jagir Suwarso menyampaikan bahwa program ketahanan pangan ini merupakan mandat yang sudah diatur oleh pemerintah pusat.

''Program ketahanan pangan ini ada sejak era Presiden Prabowo. Semuanya sudah diatur oleh pemerintah pusat, desa tinggal melaksanakan,'' kata Suwarso.

Baca Juga: Nyamar Jadi Pupuk Organik, 1,9 Ton Sianida Asal Filipina Gagal Diselundupkan ke Gorontalo

Pada tahun 2026 ini Pemerintah Desa Jagir menerima alokasi Dana Desa sebesar Rp373,4 juta dengan porsi Rp132,5 juta khusus untuk mendukung ketahanan pangan.

Anggaran tersebut digunakan untuk membangun kolam perikanan darat, talud irigasi, rumah bibit, hingga pelatihan teknologi tepat guna bagi para petani.

Suwarso menjelaskan bahwa pemilihan usaha pembesaran ikan lele dilakukan karena banyak warga desa yang sudah memiliki usaha pembibitan serupa.

''Untuk mendukung usaha masyarakat tersebut sekaligus mencukupi kebutuhan pangan masyarakat desa,'' jelas Suwarso.

APBDes 2026 Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.
APBDes 2026 Jagir, Kecamatan Sine, Kabupaten Ngawi.

Pihak desa juga memanfaatkan lahan tanah kas desa yang kurang produktif agar dikelola oleh Bumdes sehingga memberikan nilai tambah bagi aset desa.

Suwarso memaparkan bahwa pengelolaan usaha oleh Bumdes akan menyerap tenaga kerja lokal dan membantu meningkatkan perekonomian masyarakat setempat.

''Manfaat nyatanya jelas Bumdes pasti merekrut tenaga kerja untuk mengelola, sehingga otomatis membantu perekonomian masyarakat. Di sisi lain, kedepan usaha itu diharapkan bisa menambah pendapatan desa,'' paparnya.

Sekretaris Desa Jagir Rohmad Heri Novianto menambahkan, selain perikanan desa juga mengembangkan pembibitan tanaman produktif melalui rumah hijau sesuai dengan saran dari pihak Pemkab Ngawi.

Baca Juga: Sering Lewat Jalan Tol? Kenali Keunggulan Nitrogen yang Bikin Suhu Ban Tetap Dingin

Rohmad juga memberikan pelatihan teknologi tepat guna bagi para petani lokal agar produksi pertanian di Desa Jagir dapat terus meningkat.

''Kami juga berikan pelatihan teknologi tepat guna untuk para petani guna meningkatkan produksi pertanian mereka,'' terang Rohmad.

Melalui program ini Rohmad berharap Desa Jagir bisa segera menjadi desa yang mandiri secara ekonomi dan pangan di masa depan.

''Kalau visinya kedepan sudah pasti ingin menjadi desa mandiri, apalagi dengan berkurangnya alokasi DD seperti sekarang,'' harap Rohmad. (ifa/*/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#ketahanan pangan #dana desa 2026 #Pemdes #ngawi