Jawa Pos Radar Ngawi – Koper calon jemaah haji (CJH) asal Ngawi tampil nyentrik.
Aneka penanda unik dipasang, mulai boneka, bola kasti, gelas kopi hingga tutup botol.
Penanda tersebut sengaja dipasang agar koper mudah dikenali di tengah ribuan barang serupa saat di Tanah Suci.
“Agar koper mudah dikenali dari jarak jauh,” ujar Masun Azali Amrullah, Minggu (26/4).
Ratusan koper dikumpulkan di Gedung Kesenian pada Sabtu (25/4). Padahal, setiap koper sebenarnya sudah dilengkapi identitas lengkap, mulai nama, nomor paspor, rombongan hingga kloter.
Selain itu, terdapat pembedaan berdasarkan embarkasi. Namun, kreativitas jemaah tetap muncul untuk memudahkan identifikasi visual.
Meski diperbolehkan, ukuran penanda tetap dibatasi. Jika terlalu besar atau menonjol, akan dilepas petugas karena berpotensi mengganggu penataan.
“Kalau terlalu besar akan dilepas,” jelasnya.
Masun juga mengingatkan aturan barang bawaan. Berat koper maksimal 32,5 kilogram.
Untuk rokok dibatasi maksimal 200 batang. Sementara cairan maksimal 100 mililiter dan harus dikemas rapat.
Seluruh koper CJH telah dikirim ke Surabaya menggunakan truk khusus untuk proses pemeriksaan lanjutan. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto