Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi tancap gas menggenjot pendapatan asli daerah (PAD) di tengah tekanan efisiensi transfer pusat.
Strategi baru disiapkan agar tren kenaikan pendapatan tetap terjaga.
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menyebut, masukan DPRD menjadi bahan penting dalam merumuskan kebijakan peningkatan PAD.
Pemkab juga menggandeng akademisi untuk menyusun formula optimalisasi dari berbagai sektor.
“Kami bekerja sama dengan akademisi untuk membuat formula peningkatan PAD,” ujarnya, kemarin (27/4).
Data Badan Keuangan (Bakeu) Ngawi mencatat, realisasi PAD 2025 mencapai Rp 442 miliar. Angka itu naik 34,1 persen dibanding 2024 yang sebesar Rp 329 miliar.
Sejumlah langkah strategis disiapkan. Salah satunya penyesuaian Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) untuk Pajak Bumi dan Bangunan (PBB).
Kebijakan ini juga sejalan dengan arahan Komisi Pemberantasan Korupsi.
Selain pajak, pemkab membidik sektor retribusi. Mulai dari hotel, restoran, reklame, hingga layanan publik lainnya.
Penataan aset daerah juga jadi fokus. Aset yang belum produktif akan dioptimalkan, termasuk melalui kerja sama dengan pihak ketiga.
“Tidak boleh ada aset yang menganggur. Kalau strategis, bisa dikerjasamakan,” jelas Ony.
Di sisi lain, investasi tetap didorong sebagai pengungkit PAD. Namun, pemkab menegaskan tidak akan mengorbankan lahan pertanian produktif.
Komitmen menjaga Lahan Sawah Dilindungi (LSD) dan Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B) tetap menjadi prioritas sesuai RTRW.
“Sekitar 87 persen lahan sawah harus dipertahankan. Ini harga mati,” tegasnya.
Capaian investasi Ngawi juga menunjukkan tren positif. Dari target Rp 3 triliun dalam RPJMD, hingga akhir 2025 sudah terealisasi Rp 2,9 triliun. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto