Jawa Pos Radar Ngawi – Dampak konflik geopolitik global mulai terasa di sektor industri Ngawi.
Dua perusahaan asing dilaporkan mengalami gangguan operasional akibat tersendatnya jalur perdagangan internasional.
Wakil Bupati Ngawi Dwi Rianto Jatmiko menyebut, dampak paling terasa dialami perusahaan yang telah beroperasi dan berorientasi ekspor.
“Yang sudah operasional mulai merasakan dampaknya, terutama di distribusi,” ujarnya, Selasa (28/4).
Baca Juga: Persinga Ngawi Ajukan Tuan Rumah Liga 4, Stadion Ketonggo Disiapkan
Gangguan tidak hanya terjadi pada pengiriman produk jadi, tetapi juga pasokan bahan baku dari luar negeri.
Kondisi tersebut berdampak langsung pada rantai produksi.
“Pengiriman terkendala, bahan baku juga belum tersuplai,” jelasnya.
Untuk mengantisipasi, perusahaan mulai menambah kapasitas gudang dan memperbesar stok bahan baku.
Baca Juga: PAD Ngawi Naik 34 Persen, Siapkan Strategi Baru Dongkrak Pendapatan
Langkah ini diambil agar produksi tetap berjalan di tengah ketidakpastian global.
Meski menghadapi tekanan, Pemkab Ngawi memastikan kondisi ketenagakerjaan masih aman.
Perusahaan yang terdampak disebut berkomitmen tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK).
“Yang terpenting bagi kami adalah tenaga kerja tetap aman,” tegasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto