NGAWI – Duka mendalam menyelimuti keluarga Mia Citra Rumaisya, 25, korban kecelakaan kereta api di Bekasi Timur.
Perempuan asal Desa Tambakboyo itu dimakamkan di kampung halamannya di Kecamatan Mantingan, Ngawi, Rabu (29/4) malam.
Mia tercatat sebagai korban ke-16 dalam tragedi tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL Commuter Line.
Ia meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif selama 24 jam di RSUD dr. Chasbullah Abdulmadjid Kota Bekasi.
Ayah korban, Muhammad Hamid, menuturkan peristiwa bermula saat putrinya pulang kerja dari Jakarta menuju rumahnya di Tambun, Bekasi, Senin (27/4) malam.
Sekitar pukul 19.30, Mia berangkat dari kantornya di Pandu Logistics Head Offices kawasan Pulogadung, Jakarta Timur. "Anak saya di gerbong wanita, paling belakang," ujarnya.
Saat tiba di Stasiun Bekasi Timur, Mia sempat mengabari ibunya bahwa kereta yang ditumpanginya berhenti akibat insiden sebelumnya.
Tidak lama berselang, sekitar pukul 20.52, kereta tersebut ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek.
‘’Dapat kabar kecelakaan dari anak pertama,’’ ujar Hamid.
Hamid langsung menuju lokasi kejadian dengan harapan anaknya selamat.
Setibanya di sana, ia mendapati Mia termasuk korban yang terjepit di gerbong bagian belakang.
Ia bahkan sempat berkomunikasi dengan putrinya saat proses evakuasi berlangsung.
"Saya sempat ngobrol, menghibur anak saya supaya tetap kuat," katanya.
Proses evakuasi berlangsung lama. Mia baru berhasil dikeluarkan sekitar Selasa (28/4) pukul 06.00 setelah menunggu penanganan korban di bagian depan.
Evakuasi khusus terhadap korban memakan waktu sekitar satu jam.
Meski tidak mengalami luka luar serius, kaki kanan Mia mengalami himpitan cukup lama hingga aliran darah terganggu.
Selama menjalani perawatan, kondisi korban sempat stabil dan bisa berkomunikasi.
Tindakan operasi dilakukan untuk memperlancar aliran darah di kakinya.
Namun, kondisi Mia kemudian menurun setelah menjalani pemeriksaan lanjutan.
‘’Setelah menjalani pemeriksaan lanjutan, kondisi anak saya semakin drop,’’ ujarnya.
Mia dinyatakan meninggal dunia pada Rabu (29/4) pukul 09.43.
Kepergiannya menambah daftar korban jiwa dalam kecelakaan tersebut.
"Saya tidak mengira semua berakhir seperti ini," ungkap Hamid. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto