Jawa Pos Radar Ngawi – Kenaikan harga minyak goreng memukul pelaku UMKM di Ngawi.
Perajin keripik tempe terpaksa menaikkan harga jual untuk menutup biaya produksi.
Pelaku usaha di Desa Karangtengah Prandon mulai merasakan dampaknya sejak awal Maret. Harga minyak goreng naik signifikan dan pasokan makin sulit didapat.
Perajin keripik tempe Endita mengatakan, harga minyak goreng melonjak dari Rp 320 ribu menjadi Rp 370 ribu per kardus isi 18 kilogram.
“Sehari butuh 10 kardus. Sekarang harus pandai memutar otak,” ujarnya, Jumat (1/5).
Untuk bertahan, dia menaikkan harga jual Rp 1.000 per kemasan tanpa mengubah ukuran produk.
Kenaikan harga juga diikuti kelangkaan pasokan. Pelaku usaha harus memesan lebih dulu karena stok di pasaran terbatas.
“Beli minyak goreng sekarang harus pesan dulu,” jelasnya.
Keluhan serupa disampaikan pedagang makanan di kawasan street food alun-alun.
Iik Sri Sunarti mengaku kesulitan mendapatkan minyak goreng curah.
“Minyak goreng seperti menghilang di pasaran,” katanya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto