Jawa Pos Radar Ngawi – Jangkauan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) di Kabupaten Ngawi tahun ini menyempit.
Penurunan alokasi anggaran membuat jumlah keluarga penerima manfaat (KPM) terpangkas signifikan.
Kepala Bidang Pemerintahan Desa Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi Arif Syaifudin menyebut, penerima BLT DD kini tinggal sekitar 2.000 KPM.
Angka itu jauh menurun dibanding tahun lalu yang mencapai 5.000 KPM.
Baca Juga: BLT Kesra di Pacitan Disunat Rp 100 Ribu, Dana Sudah Dikembalikan
“Jumlah penerima sekarang sekitar 2.000 KPM, sebelumnya masih 5.000,” ujarnya, Minggu (3/5).
Tak hanya jumlah penerima, besaran bantuan juga ikut disesuaikan.
Dari sebelumnya Rp300 ribu per bulan, kini menjadi Rp200 ribu per bulan. Meski demikian, durasi penyaluran tetap selama 12 bulan.
“Durasi tetap satu tahun, tapi nominalnya menyesuaikan kemampuan anggaran,” jelasnya.
Arif menerangkan, perubahan tersebut merupakan dampak kebijakan efisiensi anggaran dari pemerintah pusat.
Baca Juga: 2.104 Warga Madiun Terima BLTD Tahap I, Diingatkan Jangan Buat Baju Lebaran
Akibatnya, pemerintah desa harus menyesuaikan skema penyaluran agar tetap bisa menjangkau masyarakat yang membutuhkan.
“Agar tetap menjangkau warga yang benar-benar membutuhkan,” imbuhnya.
Untuk menjaga ketepatan sasaran, pemerintah desa akan melakukan verifikasi ulang data calon penerima.
Sementara itu, penyaluran BLT DD untuk periode Januari hingga Maret masih dalam tahap perencanaan.
“Penyaluran akan segera dilakukan untuk tiga bulan pertama,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto