Jawa Pos Radar Ngawi – Peredaran MinyaKita di Ngawi mulai seret.
Minyak goreng bersubsidi itu sulit ditemukan di sejumlah pasar tradisional dalam beberapa hari terakhir.
Kabid Tata Niaga Dinas Perdagangan, Perindustrian, dan Tenaga Kerja (DPPTK) Ngawi, Susana, mengatakan kondisi tersebut dipicu distribusi yang terbatas dari penyalur.
“Hal ini dipicu distribusi terbatas dari penyalur beberapa waktu terakhir,” ujarnya, Senin (4/5).
Baca Juga: 370 Ribu Liter MinyaKita Digelontor di Madiun, Harga Dijaga
Menurut dia, peran dinas dalam distribusi MinyaKita hanya sebatas pendampingan.
Sementara pengaturan stok dan penyaluran menjadi kewenangan distributor, seperti Bulog dan BUMN pangan lainnya.
Distribusi terakhir tercatat pada Selasa (28/4) dengan alokasi sekitar 150 dus atau 1.800 liter ke Pasar Walikukun yang masuk skema SP2KP (Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok).
“Distribusi terakhir sekitar 150 dus ke Pasar Walikukun,” ungkapnya.
Baca Juga: MinyaKita Langka di Ngawi, Bulog Akui Pasokan Seret dan Baru Terima 35 Persen
Saat ini, penyaluran MinyaKita masih difokuskan ke pasar dengan skema SP2KP tersebut.
Sementara pasar tradisional lainnya masih menunggu tambahan pasokan dari distributor.
“Kalau nanti ada kelebihan stok dari penyalur, baru bisa kami arahkan ke pasar lain,” jelas Susana. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto