Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Dari Digitalisasi hingga UMKM, PKK Desa Legowetan Ngawi Tancap Gas Jadi Motor Perubahan Desa

Satrio Jati • Kamis, 7 Mei 2026 | 09:31 WIB
KOMPAK: TP PKK Kabupaten Ngawi bersama jajaran Pemdes dan TP PKK Desa Legowetan Kecamatan Bringin foto bersama usai meninjau seluruh kegiatan dan inovasi pokja setempat. (ARIF WIDIANTO PKK NGAWI)
KOMPAK: TP PKK Kabupaten Ngawi bersama jajaran Pemdes dan TP PKK Desa Legowetan Kecamatan Bringin foto bersama usai meninjau seluruh kegiatan dan inovasi pokja setempat. (ARIF WIDIANTO PKK NGAWI)

Jawa Pos Radar Madiun - Peran Tim Penggerak PKK di tingkat desa kini tak lagi dipandang sebatas pelaksana kegiatan rutin.

Di Desa Legowetan, Kecamatan Bringin, Kabupaten Ngawi, PKK justru didorong menjadi motor perubahan yang lebih adaptif dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.

Kepala Desa Legowetan, Ida Dwi Rinawati, menegaskan bahwa PKK harus mampu bergerak lebih dinamis di tengah perubahan zaman.

Menurutnya, 10 program pokok PKK tidak boleh dijalankan secara kaku, melainkan perlu dikembangkan menjadi program inovatif yang benar-benar menyentuh kebutuhan warga.

“Jadi tidak kaku dalam 10 program, tapi programnya dibuat inovatif sesuai zaman dan kebutuhan warga kami,” ujarnya.

Ia menambahkan, inovasi di setiap Kelompok Kerja atau Pokja menjadi hal yang tidak bisa ditawar.

Pola kerja lama yang bersifat seremonial harus ditinggalkan dan diganti dengan pendekatan yang lebih kreatif serta berdampak langsung.

Ida menekankan bahwa setiap Pokja memiliki peran strategis dalam mendorong perubahan di masyarakat.

Karena itu, inovasi harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga, mudah diterapkan, dan tidak hanya berhenti pada kegiatan formal.

“Dari inovasi itu bisa langsung dirasakan warga, gampang dijalankan kader, dan tak sekadar berhenti di seremonial,” imbuhnya.

Pokja 1 Fokus Karakter dan Digitalisasi

Pokja 1 yang membidangi penghayatan dan pengamalan Pancasila serta gotong royong diarahkan untuk lebih adaptif terhadap perkembangan zaman.

Tidak hanya mengandalkan kegiatan rutin seperti pengajian atau pertemuan, tetapi juga masuk ke ranah digital.

Pembinaan karakter generasi muda kini mulai diarahkan melalui media digital seperti grup percakapan dan konten media sosial yang edukatif.

“Pembinaan karakter bagi anak muda bisa memanfaatkan media digital. Misalnya kelas parenting lewat grup pesan singkat, atau konten nilai Pancasila di media sosial,” jelasnya.

Selain itu, semangat gotong royong juga diperkuat melalui program nyata seperti bank sampah tingkat RT, dapur umum untuk penanganan stunting, hingga kegiatan bersih desa.

Baca Juga: Ketat! Seleksi Manajer Kopdes Merah Putih Pakai Sistem CAT ala CPNS, Wajib Tembus Skor 110

Pokja 2 Dorong Ekonomi Digital

Pada Pokja 2, fokus utama diarahkan pada peningkatan kesejahteraan keluarga melalui pendidikan dan ekonomi.

Program pelatihan tidak lagi bersifat konvensional, tetapi diarahkan sesuai kebutuhan pasar kerja modern.

“Seperti pelatihan yang link dan match ke pasar. Bukan sekadar menjahit, tapi pelatihan konten kreator, UMKM digital, atau sertifikasi kerja,” katanya.

Penguatan koperasi juga menjadi perhatian, di mana UP2K PKK diarahkan untuk berkembang menjadi koperasi digital yang lebih modern.

Termasuk pengembangan marketplace produk desa, akses permodalan, hingga pendampingan branding.

BANTUAN: Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi berdoto bersama TP PKK Desa Legowetan usai penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis. (ARIF WIDIANTO PKK NGAWI)
BANTUAN: Ketua TP PKK Kabupaten Ngawi berdoto bersama TP PKK Desa Legowetan usai penyerahan sejumlah bantuan secara simbolis. (ARIF WIDIANTO PKK NGAWI)

 

Baca Juga: Manchester United Ingin Bajak Harry Kane dari Bayern Munchen

Pokja 3 Fokus Pangan dan Lingkungan

Pokja 3 menitikberatkan pada ketahanan pangan keluarga melalui program pekarangan lestari. Inovasi diarahkan pada pemanfaatan lahan sempit untuk kebutuhan pangan rumah tangga.

Contohnya seperti hidroponik lorong, kebun gizi keluarga, hingga pengolahan hasil panen agar memiliki nilai jual lebih tinggi.

Di bidang sandang, PKK mendorong edukasi slow fashion dan pemberdayaan penjahit lokal, termasuk bank pakaian layak pakai serta pelatihan ecoprint berbasis potensi desa.

Sementara untuk perumahan, dikembangkan konsep rumah sehat percontohan di tiap RW dengan fokus pada sanitasi, pengelolaan sampah, dan dapur sehat untuk mencegah stunting.

Pokja 4 Perkuat Kesehatan Berbasis Data

Pokja 4 memiliki peran penting dalam bidang kesehatan, lingkungan, dan perencanaan keluarga. Inovasi diarahkan pada layanan yang lebih cepat, berbasis data, dan memanfaatkan teknologi.

Posyandu digital hingga layanan jemput bola menjadi salah satu langkah yang dikembangkan. Kader juga mulai menggunakan aplikasi pendataan kesehatan serta layanan pemeriksaan lansia secara langsung ke rumah.

Di sisi lingkungan, berbagai inovasi produktif juga dikembangkan seperti bank sampah digital, biopori di setiap rumah, hingga pemanfaatan limbah menjadi energi alternatif.

Ida menegaskan pentingnya kolaborasi dengan tenaga kesehatan desa agar program berjalan lebih efektif. Data dari dasawisma juga menjadi dasar utama dalam pengambilan keputusan program PKK. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#pembangunan #ngawi #desa #inovasi #pkk