Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Jadi Tuan Rumah Subuh Bergerak, Desa Jatirejo Fokus Perkuat Sinergi dan Prioritas Pembangunan 2026

Latifatul Afifa • Kamis, 7 Mei 2026 | 16:22 WIB
Pelaksanaan program Subuh Bergerak di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Ngawi.
Pelaksanaan program Subuh Bergerak di Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Ngawi.

Jawa Pos Radar Madiun - Desa Jatirejo, Kecamatan Kasreman, Ngawi, dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan Subuh Bergerak.

Ini merupakan program yang dirancang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai religius di tengah masyarakat. 

Kegiatan ini disambut positif oleh Pemerintah Desa Jatirejo karena dinilai membawa dampak sosial yang lebih luas daripada sekadar kegiatan ibadah rutin.

Bagi pemerintah desa, momen ini menjadi ruang kebersamaan yang tidak hanya menghadirkan unsur keagamaan, tetapi juga membuka komunikasi langsung antara warga dan pemerintah desa.

Sarana Mendekatkan Pemerintah dan Warga

Kepala Desa Jatirejo, Agus Suwoko, menyebut penunjukan desanya sebagai tuan rumah merupakan sebuah kehormatan. Ia menilai kegiatan Subuh Bergerak memiliki nilai lebih karena mampu menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara pemerintah dan masyarakat.

“Kegiatan ini menjadi sarana efektif bagi kami untuk menjalin kedekatan dengan warga serta menyerap aspirasi secara langsung di lapangan,” ujar Agus.

Menurutnya, kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial, tetapi mampu memberikan dampak jangka panjang bagi kehidupan sosial warga.

Agus juga menekankan pentingnya membangun lingkungan yang harmonis melalui pendekatan spiritual dan sosial secara bersamaan. Hal ini dianggap sebagai pondasi penting dalam memperkuat karakter masyarakat desa.

APBDes Jatirejo 2026.
APBDes Jatirejo 2026.

Fokus Pembangunan Desa Jatirejo Tahun 2026

Selain memperkuat kegiatan berbasis keagamaan, Pemerintah Desa Jatirejo juga telah menyiapkan arah pembangunan untuk tahun anggaran 2026. Sejumlah sektor strategis ditetapkan sebagai prioritas untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Fokus utama pembangunan tersebut mencakup sektor pertanian sebagai penopang ketahanan pangan desa, peningkatan infrastruktur seperti jalan dan fasilitas publik untuk mendukung mobilitas warga, serta penguatan ekonomi lokal melalui pemberdayaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM).

Selain itu, pengembangan sumber daya manusia juga menjadi perhatian penting. Program pelatihan dan pendidikan akan diperkuat agar masyarakat desa memiliki kemampuan yang lebih mandiri dan kompetitif di berbagai bidang.

Agus Suwoko menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan desa tidak dapat berjalan sendiri tanpa dukungan berbagai pihak.

Kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat, hingga pemerintah daerah dan pusat menjadi kunci utama.

“Ke depan, kami berharap adanya sinergi yang kuat sehingga pembangunan di Desa Jatirejo dapat berjalan optimal dan memberikan manfaat nyata bagi seluruh masyarakat,” pungkasnya. (*)

Editor : Mizan Ahsani
#subuh bergerak #pembangunan #ngawi #desa #jatirejo