Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Niat Selamatkan Adik, Bocah 9 Tahun di Ngawi Tewas Tenggelam di Bekas Galian C

Asep Syaeful • Minggu, 10 Mei 2026 | 02:51 WIB
Warga mengevakuasi bocah 9 tahun yang tenggelam di kubangan bekas galian C di Desa Sidolaju, Widodaren, Ngawi. FOTO: ISTIMEWA
Warga mengevakuasi bocah 9 tahun yang tenggelam di kubangan bekas galian C di Desa Sidolaju, Widodaren, Ngawi. FOTO: ISTIMEWA

Jawa Pos Radar Ngawi – Nasib tragis dialami Muhammad Maulana Al Akbar, 9, warga Desa Pelang Lor, Kecamatan Kedunggalar.

Siswa kelas 4 MI Ma’arif Pelang Lor itu meninggal dunia setelah tenggelam di kubangan bekas galian C di Desa Sidolaju, Kecamatan Widodaren, Sabtu (9/5).

Peristiwa memilukan tersebut terjadi saat korban bersama delapan temannya memancing di lokasi bekas tambang pasir dengan kedalaman sekitar tujuh hingga delapan meter.

Salah satu saksi mata sekaligus teman korban, Bintang Raka Rosadi, 10, mengatakan kejadian bermula ketika Alvaro, adik keponakan korban, terpeleset ke dalam kubangan.

Korban kemudian berusaha menolong. Sempat berhasil menggendong Alvaro ke tepian, Maulana justru terpeleset dan tenggelam ke dasar kubangan.

“Korban mau nolong. Saya juga ikut nolong, tapi yang bisa diselamatkan cuma Alvaro,” ujarnya.

Bintang mengaku tidak mampu menyelamatkan korban lantaran harus lebih dulu membawa Alvaro ke tepi kubangan.

Setelah itu, dia langsung meminta pertolongan kepada petani yang berada tidak jauh dari lokasi.

“Saya minta tolong ke tukang traktor. Terus dicari, tapi korban sudah tenggelam,” katanya.

Warga Desa Sidolaju, Sudarsono, 45, mengatakan dirinya langsung menuju lokasi setelah mendengar teriakan minta tolong dari anak-anak.

Sebelumnya, dia sempat melihat rombongan bocah tersebut memancing di tepian kubangan bekas tambang pasir.

“Tadi saya pulang dari sawah, terus dengar ada orang tenggelam. Saya langsung lari ke sini dan cari di dalam air hingga tiga kali tapi belum ketemu,” ujarnya.

Korban akhirnya ditemukan setelah warga menggunakan kayu untuk menyisir dasar kubangan.

Setelah posisi korban diketahui, Sudarsono menyelam dan mengangkat tubuh korban ke permukaan.

“Pas saya angkat ke permukaan sudah meninggal,” imbuhnya.

Menurut Sudarsono, lokasi tersebut merupakan bekas tambang pasir atau galian C yang sudah terbengkalai sekitar lima hingga enam tahun terakhir.

Kubangan itu kerap digunakan warga untuk memancing karena terdapat ikan di dalamnya.

“Ini bekas galian pasir. Kedalamannya sekitar tujuh sampai delapan meter. Biasanya buat mancing, tapi sebenarnya lebih cocok untuk orang dewasa,” katanya. (sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
#tenggelam ngawi #bocah tenggelam #ngawi #galian c #widodaren