Jawa Pos Radar Ngawi – Perhatian Pemerintah Provinsi Jawa Timur terhadap kesejahteraan tenaga pendidik mulai menyentuh wilayah Ngawi.
Salah satunya melalui program bedah rumah bagi guru kurang mampu.
Sabtu (9/5), Kepala Dinas Pendidikan Jawa Timur Aries Agung Paewai meninjau rumah Kurniawan Trisisno Wiyono, guru asal Desa Sekaralas, Kecamatan Widodaren, yang menjadi penerima bantuan renovasi rumah.
Selain mengecek hasil perbaikan rumah, Aries juga menyerahkan bantuan sembako kepada warga kurang mampu di sekitar lokasi.
“Ini bentuk kepedulian sosial di lingkungan pendidikan,” ujarnya.
Menurut Aries, perhatian terhadap guru tidak cukup hanya melalui peningkatan kualitas pendidikan, tetapi juga harus menyentuh aspek kesejahteraan agar semangat mengajar tetap terjaga.
Dia menyebut masih banyak guru dan tenaga kependidikan yang hidup dalam keterbatasan sehingga membutuhkan dukungan pemerintah maupun masyarakat.
Karena itu, Pemprov Jatim bersama Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) melakukan pendataan guru yang dinilai layak menerima bantuan bedah rumah.
“Kami lakukan penyisiran bersama. Alhamdulillah bantuan bisa disalurkan lewat kerja sama dan gotong royong,” katanya.
Program renovasi rumah tersebut didukung dana zakat dan infak bidang pendidikan yang dihimpun Baznas.
Hingga 2025, sedikitnya 130 rumah guru dan tenaga kependidikan di Jawa Timur telah menerima bantuan perbaikan.
“Setiap daerah rata-rata dua sampai tiga sasaran bantuan,” ungkap Aries.
Dia berharap program tersebut terus berlanjut dan mampu menjangkau lebih banyak guru di berbagai daerah.
“Bukan hanya saat Hardiknas, tapi bagaimana perhatian terhadap guru bisa dilakukan secara berkelanjutan,” pungkasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto