Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ngawi Kekurangan 500 Guru, Kepala Sekolah Terpaksa Ikut Mengajar

Asep Syaeful • Rabu, 13 Mei 2026 | 13:10 WIB
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah Ngawi di tengah krisis tenaga pengajar akibat gelombang pensiun guru. ASEP SYAEFUL/JAWA POS RADAR NGAWI
Ilustrasi kegiatan belajar mengajar di sekolah Ngawi di tengah krisis tenaga pengajar akibat gelombang pensiun guru. ASEP SYAEFUL/JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Krisis tenaga pengajar masih membayangi dunia pendidikan di Kabupaten Ngawi.

Dikbud Ngawi mencatat SD dan SMP di wilayah tersebut masih kekurangan sekitar 500 guru.

Akibat defisit tenaga pengajar itu, sejumlah kepala sekolah kini ikut turun langsung mengajar demi menjaga proses belajar mengajar tetap berjalan optimal.

“Sampai saat ini kita masih kekurangan sekitar 500-an guru,” ujar Kepala Bidang Pemetaan dan Distribusi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PDPTK) Dikbud Ngawi Lantik Aji Kusuma, Rabu (13/5).

Menurut dia, kekurangan guru paling banyak terjadi di jenjang SD untuk guru kelas.

Sedangkan di tingkat SMP, kekurangan terjadi pada guru mata pelajaran seperti agama dan olahraga.

Lantik menjelaskan, salah satu penyebab utama krisis guru di Ngawi adalah tingginya angka pensiun tenaga pengajar dalam dua tahun terakhir.

Pada 2025 hingga 2026, jumlah guru pensiun disebut mencapai sekitar 200 hingga 250 orang setiap tahun.

“Gelombang pensiun pada 2025 dan 2026 itu sangat besar,” katanya.

Saat ini, total tenaga pengajar di Ngawi terdiri atas 2.345 guru PNS, 2.327 guru PPPK penuh waktu, serta tiga guru PPPK paruh waktu.

Meski jumlah keseluruhan mencapai 4.675 orang, angka tersebut dinilai masih belum mampu memenuhi kebutuhan ideal guru SD dan SMP di seluruh wilayah Ngawi.

Untuk menutup kekurangan sementara, sekolah mengandalkan guru non-ASN dan meminta kepala sekolah ikut membantu proses pembelajaran di kelas.

“Kepala sekolah juga ikut membantu mengajar agar pembelajaran tetap optimal,” jelasnya.

Dikbud Ngawi kini masih menunggu kebijakan resmi pemerintah pusat terkait skema baru pemenuhan kebutuhan guru.

Hingga saat ini, belum ada petunjuk teknis mengenai mekanisme rekrutmen maupun distribusi tenaga pengajar baru.

“Katanya akan ada launching skema baru, tapi sampai sekarang kami belum menerima informasi lebih lanjut,” pungkas Lantik. (sae/her)

Editor : Hengky Ristanto
#guru SMP #guru sd #ngawi #krisis #Dikbud Ngawi