Jawa Pos Radar Ngawi – Stok hewan kurban di Kabupaten Ngawi menjelang Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah dipastikan aman.
Jumlah ternak bahkan tercatat surplus dibandingkan proyeksi kebutuhan masyarakat tahun ini.
Kabid Peternakan Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Ngawi Indah Alasta Dewi mengatakan, total ketersediaan hewan kurban mencapai 34.827 ekor.
Rinciannya 4.173 sapi, 20.468 kambing, 10.163 domba, dan 23 kerbau.
“Ketersediaan hewan kurban masih aman,” ujarnya, Sabtu (16/5).
Sementara itu, proyeksi kebutuhan masyarakat diperkirakan hanya mencapai 2.453 sapi, 14.571 kambing, 729 domba, dan dua kerbau.
Menurut Indah, stok ternak tersebar merata di seluruh kecamatan di Kabupaten Ngawi.
Dia berharap tingginya ketersediaan hewan kurban dapat terserap maksimal sehingga membantu perekonomian peternak lokal.
“Diharapkan kebutuhan hewan kurban dapat terserap maksimal,” katanya.
Di sisi lain, DPP mencatat adanya perubahan tren usaha peternakan pasca wabah penyakit mulut dan kuku (PMK).
Sebagian peternak mulai beralih dari usaha ternak sapi ke kambing.
“Sebagian peternak beralih beternak kambing,” ungkapnya.
Menjelang Idul Adha, harga hewan kurban juga mulai merangkak naik.
Harga sapi naik sekitar Rp 2 juta per ekor, sedangkan kambing meningkat sekitar Rp 500 ribu.
Meski demikian, kenaikan harga disebut masih dalam kategori normal. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto