Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Anak Muda di Ngawi Mulai Tinggalkan Pertanian, DPR Dorong Digitalisasi Sawah

Asep Syaeful • Sabtu, 16 Mei 2026 | 17:15 WIB
Petani di Ponorogo memanen padi saat musim panen raya. Harga gabah yang tinggi membuat petani diuntungkan. SUGENG DWI N/RADAR PONOROGO
PERTANIAN: Modernisasi dan digitalisasi pertanian dinilai penting untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor agraris. SUGENG DWI N/JAWA POS RADAR MADIUN

Jawa Pos Radar Ngawi – Menurunnya minat generasi muda terhadap dunia pertanian mulai menjadi perhatian serius.

Kalangan DPR menilai kondisi tersebut dapat mengancam keberlanjutan sektor pertanian dan ketahanan pangan nasional jika tidak segera diantisipasi.

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Budi Sulistyono mengatakan, pola pertanian saat ini harus mulai bertransformasi mengikuti perkembangan teknologi agar lebih menarik bagi generasi muda.

“Pola pertanian harus di-upgrade,” ujarnya, Sabtu (16/5).

Menurut pria yang akrab disapa Kanang itu, sektor pertanian tidak lagi bisa sepenuhnya mengandalkan cara-cara konvensional.

Modernisasi alat dan digitalisasi sistem pertanian dinilai mampu membuat pengelolaan lahan lebih efisien sekaligus membuka peluang baru bagi generasi milenial dan Gen Z.

Selain meningkatkan produktivitas, digitalisasi juga dianggap dapat memperbaiki sistem pendataan pertanian nasional.

Mulai data masa tanam hingga panen disebut bisa dipantau lebih akurat melalui sistem digital.

“Digitalisasi membuat data pertanian lebih baik. Yang sedang panen atau siap tanam bisa dipantau,” katanya.

Mantan Bupati Ngawi dua periode itu menilai, regenerasi petani tidak cukup hanya melalui sosialisasi.

Pemerintah juga harus memberikan dukungan nyata agar anak muda tertarik masuk sektor pertanian.

Mulai akses teknologi modern, pendampingan teknis, hingga kepastian pasar hasil panen.

“Indonesia sebagai negara agraris harus mengenalkan pertanian kepada generasi muda dengan pendekatan berbeda,” tandasnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#digitalisasi pertanian #ketahanan pangan #Pertanian Modern #petani milenial #ngawi