Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai menyiapkan anggaran untuk pelaksanaan pemilihan kepala desa (pilkades) serentak 2027.
Total anggaran yang diusulkan mencapai Rp 20 miliar untuk mendukung seluruh tahapan pilkades di 178 desa se-Kabupaten Ngawi.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Ngawi Budi Santoso mengatakan, usulan anggaran mulai diajukan sejak tahun ini karena kebutuhan penyelenggaraan pilkades serentak cukup besar.
“Kami usulkan anggaran sebesar Rp 20 miliar,” kata Budi, Rabu (20/5).
Menurut dia, kebutuhan anggaran mencakup berbagai tahapan pelaksanaan pilkades.
Mulai persiapan panitia, sosialisasi, distribusi logistik, hingga proses pemungutan dan penghitungan suara.
“Anggaran nanti digunakan untuk mendukung kebutuhan tahapan juga logistik penyelenggaraan pilkades serentak,” jelasnya.
Meski sejumlah daerah di Indonesia mulai menerapkan sistem e-voting dalam pilkades, Pemkab Ngawi dipastikan masih menggunakan sistem pencoblosan langsung secara manual.
“Sementara masih menggunakan pencoblosan langsung,” katanya.
Budi berharap usulan anggaran tersebut dapat disetujui sesuai kebutuhan agar seluruh tahapan pilkades serentak berjalan lancar dan kondusif.
Selain itu, pelaksanaan pilkades juga ditargetkan berlangsung sebelum masa jabatan kepala desa berakhir sehingga pemerintah daerah tidak perlu menunjuk penjabat (Pj) kepala desa dalam jumlah besar.
“Pelaksanaan pilkades serentak akan digelar sebelum masa jabatan kepala desa selesai supaya tidak perlu menyiapkan Pj di beberapa desa,” pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto