Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Ngawi Defisit 500 Guru, Kepala Sekolah Terpaksa Ikut Mengajar

Asep Syaeful • Sabtu, 23 Mei 2026 | 15:10 WIB
Aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah di Ngawi. Pemkab menyiapkan strategi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik. DOK JAWA POS RADAR NGAWI
Aktivitas belajar mengajar di salah satu sekolah di Ngawi. Pemkab menyiapkan strategi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik. DOK JAWA POS RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai menyiapkan langkah antisipasi untuk mengatasi kekurangan tenaga pendidik.

Saat ini, kebutuhan guru di Kabupaten Ngawi diperkirakan masih kurang sekitar 500 orang dan jumlah tersebut diprediksi terus bertambah seiring tingginya angka pensiun.

Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono mengatakan pemerintah daerah fokus memastikan ketercukupan tenaga pendidik di sekolah tetap terpenuhi.

Apalagi, terdapat wacana penghapusan tenaga honorer mulai tahun depan yang dinilai berpotensi memperberat kondisi kekurangan guru.

“Strategi kami, bagaimana ketercukupan tenaga pendidik itu tetap bisa terfasilitasi,” ujarnya, Sabtu (23/5).

Menurut Ony, salah satu langkah yang dilakukan yakni penyesuaian tugas tenaga pendidik di sekolah.

Kepala sekolah tidak hanya menjalankan fungsi manajerial, tetapi juga ikut mengajar untuk membantu mengatasi kekurangan guru di masing-masing sekolah.

“Kepala sekolah juga ikut mengajar. Ini bagian dari strategi untuk mencukupi kekurangan tenaga pendidik,” katanya.

Selain itu, pemkab juga melakukan redistribusi guru dari sekolah yang kelebihan tenaga pendidik ke sekolah yang masih kekurangan guru.

“Kami akan split beberapa guru di daerah yang sudah over ke daerah-daerah yang masih kurang,” jelasnya.

Ony menambahkan, pengisian kebutuhan guru akan dilakukan secara bertahap menyesuaikan kemampuan keuangan daerah.

Pemkab juga harus menjaga proporsi belanja pegawai agar tidak melebihi batas maksimal 30 persen sesuai ketentuan pemerintah pusat mulai tahun depan.

Karena itu, peningkatan pendapatan asli daerah (PAD) dinilai menjadi salah satu langkah penting agar pemerintah daerah memiliki ruang fiskal untuk memenuhi kebutuhan tenaga pendidik.

“Bagaimana pengisian dilakukan bertahap, sementara belanja pegawai juga harus dijaga. Salah satunya tentu melalui peningkatan PAD,” pungkasnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#guru Ngawi #defisit guru #Pemkab Ngawi #ony anwar #tenaga pendidik