Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Sakral dan Meriah, Warga Desa Puhti Ngawi Gelar Tradisi Nyadran dan Pentas Gambyong

Satrio Jati • Jumat, 29 Mei 2026 | 18:27 WIB
LANGEN BEKSAN: Pemdes bersama warga dan tokoh masyarakat menggelar acara budaya dalam peringatan Bersih Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Ngawi Jumat Legi (29/5). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
LANGEN BEKSAN: Pemdes bersama warga dan tokoh masyarakat menggelar acara budaya dalam peringatan Bersih Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Ngawi Jumat Legi (29/5). (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Jawa Pos Radar Madiun - Rangkaian seremonial peringatan Bersih Desa Puhti, Kecamatan Karangjati, Kabupaten Ngawi, pada Jumat Legi (29/5) berlangsung sakral dan penuh keakraban.

Acara yang menjadi agenda tahunan desa ini diawali dengan ritual keagamaan Nyadran atau ziarah ke makam leluhur pada pagi hari yang diikuti oleh seluruh warga dusun setempat.

Setelah ritual tersebut selesai, kemeriahan warga dilanjutkan dengan pagelaran seni tari Gambyong pada siang harinya yang dipusatkan di kediaman Kepala Desa (Kades) Puhti.

Melalui momentum kearifan lokal tersebut, Kades Puhti, Agus Purwanto, menyampaikan rasa terima kasihnya kepada seluruh warga dan berbagai pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara.

Progres Jembatan Merah Putih dan Penundaan Proyek

Di hadapan warganya, Agus juga memanfaatkan momen kumpul warga itu untuk memberikan penjelasan langsung terkait dinamika pembangunan infrastruktur desa.

"Sekaligus kami sampaikan permohonan maaf untuk tahun ini ada beberapa program pembangunan yang terpaksa belum dapat direalisasikan karena perubahan aturan dari pusat sehingga masih tertunda," tutur Agus Purwanto.

Meski ada beberapa target fisik yang terpaksa ditunda, Pemdes Puhti tetap meminta warga bersyukur karena pemerintah telah menyalurkan bantuan melalui program pembangunan Jembatan Merah Putih.

"Kini proyek jembatan tersebut sudah terealisasi 80 persen dan bulan depan akan diresmikan," terangnya memberikan kabar gembira.

Agus menegaskan bahwa inisiatif pembangunan infrastruktur yang menyasar wilayah pedesaan ini sangat vital karena akan langsung memperlancar akses transportasi warga.

Selain meningkatkan keselamatan, akses jembatan baru tersebut juga diyakini akan mendorong pertumbuhan ekonomi desa serta mempermudah akses pendidikan bagi anak-anak.

"Ini merupakan program kolaborasi lintas sektoral dari TNI Angkatan Darat bersama pemerintah, karenanya kami juga menyampaikan terima kasih sebesar-besarnya kepada TNI," imbuhnya.

Terkait keberlanjutan program kerja desa ke depannya, Kades mengimbau agar masyarakat tetap menjaga kekompakan dan memberikan kepercayaan penuh kepada Pemdes.

Menurutnya, dukungan warga merupakan bagian tak terpisahkan dari rencana eksekusi program prioritas pembangunan.

"Karenanya ke depan akan terus kami upayakan dan dilaksanakan semerata mungkin," katanya berkomitmen.

Baca Juga: Harga Sapi Tembus Rp 24 Juta, Warga Ngawi Beralih Kurban Kambing

PENERUS TRADISI: Tarian Gambyong dilakukan oleh para ketua RT dan RW diiringi karawitan dengan gending jawa sibawakan oleh sinden. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)
PENERUS TRADISI: Tarian Gambyong dilakukan oleh para ketua RT dan RW diiringi karawitan dengan gending jawa sibawakan oleh sinden. (SATRIO JATI/RADAR MADIUN)

Pelestarian Budaya dan Geliat Ekonomi Warga

Lebih jauh, Agus menjelaskan bahwa kegiatan bersih desa yang selalu dikemas dengan pentas budaya ini merupakan langkah strategis Pemdes untuk ikut menggerakkan roda perekonomian.

Acara kumpul warga ini tidak sekadar membawa misi pelestarian tradisi, tetapi juga terbukti memberikan manfaat ekonomis secara langsung bagi masyarakat.

"Dengan giat seperti ini bisa menggerakkan ekonomi khususnya bagi para pelaku seni, pengusaha sound system, terop, dan pedagang kecil," jelasnya.

Selain aspek penguatan ekonomi, Pemdes Puhti juga menaruh perhatian besar pada pentingnya keterlibatan generasi muda dalam meneruskan peninggalan leluhur tersebut.

Menurut Agus, tanpa adanya regenerasi dan pelibatan kaum muda, tradisi luhur seperti Nyadran perlahan bisa tersisihkan dan terlupakan oleh zaman.

"Karena itu pentingnya melibatkan pemuda dan anak-anak sedini mungkin, paling tidak dengan ikut hadir menyaksikan," terangnya.

Sebagai puncak simbol kebersamaan, pentas seni Gambyong turut diikuti secara langsung oleh seluruh perangkat desa, jajaran ketua RT dan RW, tokoh masyarakat, serta warga umum.

Terciptanya keakraban antarwarga melalui seni ini diyakini mampu mendorong kondusivitas yang sangat dibutuhkan Pemdes dalam merumuskan kebijakan.

"Semakin kuat kebersamaan dan kegotongroyongan menjadi modal utama kami semua untuk bersama membangun Desa Puhti yang semakin maju," pungkas Agus. (rio/*/naz)

Editor : Mizan Ahsani
#gambyong #ngawi #desa #nyadran #bersih desa