Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai mematangkan penataan kawasan Taman Pemuda Soekarno tahun ini.
Proyek senilai Rp 5,6 miliar tersebut bakal menghadirkan fasilitas baru berupa gedung organisasi kepemudaan hingga ruang publik terpadu.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi menargetkan proses lelang pekerjaan dapat dimulai pada Juni mendatang sehingga pembangunan fisik bisa segera berjalan.
"Target lelang Juni nanti," kata Kepala Bidang Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti, Minggu (31/5).
Penataan akan difokuskan di area belakang Patung Soekarno yang berada di sisi kawasan mengarah ke Terminal Kertonegoro.
Di lokasi tersebut, pemerintah daerah berencana membangun lima unit gedung yang akan digunakan sebagai kantor bersama bagi 10 organisasi kepemudaan di Kabupaten Ngawi.
Masing-masing bangunan dirancang memiliki ukuran 9 x 9 meter dan diharapkan mampu mendukung aktivitas organisasi secara lebih representatif.
Selain gedung organisasi, proyek tersebut juga mencakup pembangunan pendopo serbaguna berukuran 12 x 12 meter.
Fasilitas itu nantinya dapat dimanfaatkan untuk berbagai kegiatan organisasi, komunitas, hingga kegiatan masyarakat umum.
"Kami siapkan juga fasilitas sanitasi dan sarana pendukung lainnya," ujar Yesi.
Menurut dia, penataan kawasan dilakukan untuk mengoptimalkan fungsi Taman Pemuda Soekarno yang selama ini lebih dikenal sebagai ruang terbuka dan lokasi rekreasi masyarakat.
Ke depan, kawasan tersebut diharapkan berkembang menjadi pusat aktivitas kepemudaan, ruang kolaborasi komunitas, serta sarana pengembangan kreativitas generasi muda.
Dengan fasilitas yang lebih lengkap, pemerintah berharap Taman Pemuda Soekarno mampu menjadi salah satu ruang publik unggulan di Kabupaten Ngawi.
"Harapannya bisa menjadi pusat kegiatan organisasi kepemudaan sekaligus ruang publik yang lebih representatif bagi masyarakat," ucapnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto