Jawa Pos Radar Ngawi – Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Ngawi kembali mengoperasikan zona utara Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Selopuro.
Langkah tersebut diambil setelah kapasitas zona selatan tidak lagi mampu menampung tambahan sampah yang masuk setiap hari.
Seluruh armada pengangkut sampah kini diarahkan membuang muatan ke zona utara yang sebelumnya tidak digunakan sejak 2021.
"Karena zona selatan sudah tidak memiliki ruang untuk menampung tambahan sampah harian," ujar Kepala DLH Ngawi Dodi Aprilasetia, Kamis (4/6).
Zona utara sejatinya pernah menjadi lokasi utama pembuangan sampah sebelum 2021.
Saat itu, tinggi timbunan sampah di area tersebut sempat mencapai sekitar 15 meter.
Namun, melalui penataan kawasan dan penerapan sistem terasering, ketinggian timbunan berhasil ditekan hingga sekitar enam meter.
Kondisi itu menciptakan ruang baru yang kini kembali dimanfaatkan untuk mendukung sistem pemrosesan sampah sanitary landfill.
"Pengurangan volume menciptakan ruang baru yang kini dimanfaatkan kembali untuk sistem pemrosesan sampah sanitary landfill," jelas Dodi.
Meski demikian, pengoperasian kembali zona lama tidak lepas dari tantangan.
Salah satunya adalah tingginya kandungan gas metana yang dihasilkan dari tumpukan sampah yang telah mengendap selama bertahun-tahun.
Untuk mengantisipasi risiko kebakaran maupun ledakan, DLH memasang jaringan pipa khusus yang berfungsi menyalurkan gas metana dari dalam gunungan sampah ke permukaan.
Menurut Dodi, keberadaan saluran tersebut sangat penting.
Sebab, gas metana yang terperangkap dalam volume besar berpotensi memicu kebakaran apabila terkena percikan api atau terjadi letupan kecil.
"Kalau gas terus menumpuk lalu ada percikan atau letupan kecil, potensi kebakarannya sangat besar," tegasnya.
Tak hanya menjadi langkah mitigasi, gas metana dari TPA Selopuro kini juga mulai dimanfaatkan sebagai sumber energi alternatif bagi warga sekitar.
Gas yang dialirkan melalui jaringan pipa tersebut digunakan sebagai bahan bakar memasak.
Saat ini sedikitnya lima rumah di sekitar TPA Selopuro telah memanfaatkan gas metana sebagai pengganti elpiji.
"Sudah bisa menyala stabil dan dimanfaatkan warga secara gratis," pungkas Dodi. (sae/her)
Editor : Hengky Ristanto