Jawa Pos Radar Ngawi - Stadion Ketonggo kembali menjadi panggung sepak bola nasional.
PSSI resmi menunjuk Ngawi sebagai tuan rumah babak 32 besar Liga 4 Piala Presiden 2026 setelah menilai atmosfer pertandingan dan animo penonton di Kota Orek-Orek menjadi yang tertinggi selama kompetisi berlangsung.
Keputusan itu sekaligus menjadi keuntungan besar bagi Persinga Ngawi.
Laskar Ketonggo bakal menjalani seluruh laga Grup V di hadapan pendukung sendiri saat berburu tiket menuju babak 16 besar.
Berdasarkan rilis resmi PSSI, Persinga tergabung bersama Porsiba FC Tanjung Enim, Persipani Paniai, dan Persiker Keerom.
Seluruh pertandingan grup tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Ketonggo pada 10, 13, dan 16 Juni mendatang.
Penunjukan Ngawi sebagai tuan rumah tidak berlangsung mulus.
Persinga sebelumnya harus bersaing dengan Persebi Boyolali yang juga mengajukan diri sebagai penyelenggara putaran nasional.
Namun, federasi akhirnya menetapkan kedua daerah menjadi tuan rumah untuk grup yang berbeda.
Koordinator Wilayah PSSI sekaligus Venue Delegate Hasan Zunairi mengatakan, tingginya antusiasme masyarakat menjadi faktor utama yang membuat Ngawi kembali dipercaya menggelar pertandingan nasional.
“Rata-rata penonton di Ngawi mencapai 1.500 orang setiap pertandingan. Di Boyolali sekitar 800 sampai 900 penonton. Dari sisi hiburan dan atmosfer pertandingan, animo masyarakat Ngawi sangat tinggi,” ujarnya, kemarin (7/6).
Menurut Hasan, penilaian tidak hanya dilakukan dari aspek teknis lapangan.
Federasi juga mempertimbangkan dampak ekonomi yang muncul selama kompetisi berlangsung.
Kehadiran sponsor lokal dan meningkatnya aktivitas usaha di sekitar stadion menjadi nilai tambah yang diperhitungkan dalam proses penentuan tuan rumah.
Hasan menyebut selama penyelenggaraan Liga 4 Nasional di Ngawi terdapat 32 papan iklan elektronik atau e-board yang terpasang.
Sebanyak 11 unit merupakan fasilitas dari PSSI, sedangkan sisanya berasal dari sponsor lokal.
“Kalau fasilitas lapangan mungkin Boyolali lebih unggul. Tapi dari sisi animo penonton dan dampak ekonomi selama kompetisi, Ngawi sangat baik,” katanya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto