Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Penonton Liga 4 Nasional di Stadion Ketonggo Ngawi Menyusut, Persinga Soroti Faktor Ekonomi

Asep Syaeful • Jumat, 12 Juni 2026 | 08:50 WIB
TRIBUN MENYUSUT: Suasana Stadion Ketonggo Ngawi saat laga Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
TRIBUN MENYUSUT: Suasana Stadion Ketonggo Ngawi saat laga Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Atmosfer Liga 4 Nasional Piala Presiden 2026 di Stadion Ketonggo mulai kehilangan gaung.

Memasuki babak 32 besar, jumlah penonton yang hadir mengalami penurunan signifikan dibanding fase sebelumnya.

Pada laga Persinga Ngawi kontra Persiker Keerom, Rabu (10/6), jumlah penonton tercatat hanya 915 orang.

Angka tersebut jauh di bawah rata-rata kehadiran penonton saat babak 64 besar yang masih mampu menembus sekitar 1.500 orang setiap pertandingan.

Jika dibandingkan musim lalu, penurunannya bahkan lebih mencolok.

Saat itu, laga-laga Persinga di Stadion Ketonggo mampu menarik antara 2.000 hingga 3.500 penonton dalam satu pertandingan.

Perwakilan Manajemen Persinga Ngawi Zainul Thohar mengakui tren penurunan jumlah penonton tersebut.

Menurut dia, ada beberapa faktor yang memengaruhi minimnya kehadiran suporter di stadion.

“Pertama pertandingan di hari aktif dan jarak antar pertandingan yang dekat, ini sangat berpengaruh,” ujarnya, kemarin (11/6).

Menurut Thohar, jadwal pertandingan yang berlangsung pada hari kerja dan hari sekolah membuat banyak pendukung kesulitan meluangkan waktu untuk datang langsung ke stadion.

Selain itu, jeda pertandingan yang hanya dua hari antara babak 64 besar dan babak 32 besar dinilai membuat antusiasme masyarakat belum sempat kembali terbangun.

Namun, faktor yang dianggap paling berpengaruh adalah kondisi ekonomi masyarakat yang sedang menghadapi tekanan.

Kenaikan harga berbagai kebutuhan pokok membuat banyak warga lebih memprioritaskan pengeluaran rumah tangga dibanding hiburan.

“Saat ekonomi lesu dan harga bahan pokok melambung naik, masyarakat tentu lebih memilih prioritas untuk memenuhi kebutuhan dapur terlebih dahulu dibandingkan mencari hiburan di stadion,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, lanjut Thohar, diperberat oleh meningkatnya biaya transportasi akibat kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Sebab, sebagian besar pendukung Persinga berasal dari wilayah kecamatan dan pedesaan yang berjarak cukup jauh dari pusat kota Ngawi.

“Jarak tempuh yang jauh ditambah mahalnya ongkos bensin membuat para suporter harus berpikir dua kali untuk berangkat ke stadion,” katanya.

Meski demikian, manajemen Persinga membantah anggapan bahwa sepinya penonton disebabkan kenaikan harga tiket pertandingan.

Menurut Thohar, harga tiket tribun utara dan selatan masih sama seperti musim lalu, yakni Rp 20 ribu per pertandingan.

Sementara tiket tribun VIP memang mengalami penyesuaian dari Rp 35 ribu menjadi Rp 40 ribu.

Namun, kenaikan tersebut dinilai masih dalam batas wajar dan tidak signifikan.

“Kalau dihitung-hitung, penonton hanya mengeluarkan Rp 33,3 ribu saja per pertandingan untuk kelas VIP,” terangnya. (sae/cor)

Editor : Hengky Ristanto
#Liga 4 Nasional 2026 #suporter persinga #sepi penonton liga 4 #stadion ketonggo #persinga ngawi