Jawa Pos Radar Ngawi – DPC Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Ngawi bersiap melakukan perombakan besar dalam struktur organisasi.
Regenerasi kepengurusan hingga tingkat desa menjadi fokus utama setelah Nuri Karimatunnisa resmi ditunjuk sebagai Ketua Dewan Tanfidz DPC PKB Ngawi periode 2026-2031.
Peremajaan struktur partai tersebut menjadi langkah awal yang akan dilakukan Nuri setelah menerima mandat dari Dewan Pengurus Pusat (DPP) PKB.
Menurutnya, partai politik harus mampu menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman sekaligus memberikan ruang lebih luas bagi generasi muda untuk berkiprah.
“Sekarang momentum anak muda. Kami ingin kader-kader muda mendapat kesempatan lebih besar untuk berkembang di PKB,” ujarnya kemarin (11/6).
Nuri mengungkapkan, penunjukannya sebagai ketua berlangsung relatif cepat.
Instruksi dari DPP diterima melalui rapat virtual yang digelar pada Rabu malam (10/6).
Meski demikian, proses konsolidasi organisasi sebenarnya sudah berjalan dalam beberapa bulan terakhir.
Karena itu, restrukturisasi kepengurusan di tingkat Pengurus Anak Cabang (PAC) maupun ranting kini tinggal menyelesaikan tahap akhir.
DPC PKB Ngawi menargetkan seluruh jajaran kepengurusan baru dapat dilantik secara serentak pada September mendatang.
“Persiapannya sudah cukup matang. Saat ini tinggal menyelesaikan beberapa tahapan yang masih berproses,” katanya.
Selain pembaruan struktur organisasi, PKB Ngawi juga akan mengaktifkan kembali berbagai badan otonom partai yang selama ini menjadi ujung tombak kaderisasi dan penguatan basis massa.
Di antaranya Garda Bangsa, Perempuan Bangsa, Gerbang Tani, hingga Panji Bangsa.
Menurut Nuri, penguatan organisasi dari tingkat akar rumput menjadi modal penting menghadapi agenda politik jangka panjang.
Karena itu, seluruh elemen partai akan diperkuat untuk meningkatkan daya saing PKB di Kabupaten Ngawi.
“PKB harus semakin besar dan diperhitungkan. Kami membidik 10 kursi DPRD Ngawi,” tegasnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto