Jawa Pos Radar Ngawi – Sebungkus tepo yang hendak dibawa pulang untuk sang suami berubah menjadi petaka bagi Ninuk Sri Suwarti, 68.
Saat kembali ke rumah, warga Desa Jambangan, Kecamatan Paron, itu justru mendapati tempat tinggalnya dilalap api dan suaminya, Siryono, 86, tidak lagi bisa diselamatkan.
Peristiwa memilukan tersebut terjadi pada Kamis (11/6) sekitar pukul 17.30 WIB.
Saat itu Ninuk meninggalkan rumah untuk membeli tepo, makanan yang diinginkan suaminya. Sementara Siryono yang sudah lanjut usia berada seorang diri di rumah.
“Istrinya keluar beli tepo, suami di rumah sendiri,” ujar Supriyadi, warga setempat, kemarin (12/6).
Tak lama setelah Ninuk pergi, kobaran api muncul dan dengan cepat membesar.
Rumah yang sebagian besar berbahan kayu membuat si jago merah mudah menjalar ke seluruh bagian bangunan.
Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya melakukan pemadaman menggunakan peralatan seadanya sambil berusaha menyelamatkan korban yang berada di dalam rumah.
“Warga sempat berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya,” ungkap Supriyadi.
Namun upaya penyelamatan tidak membuahkan hasil. Kobaran api yang sudah terlalu besar membuat warga tidak berani masuk ke dalam rumah.
Kondisi korban yang sudah sepuh dan mengalami kesulitan berjalan setelah sempat terjatuh beberapa waktu sebelumnya membuatnya tidak mampu menyelamatkan diri.
“Api sudah sangat besar, warga tidak berani masuk. Korban sudah sepuh dan habis jatuh, sulit berjalan,” terangnya.
Setelah api berhasil dipadamkan, petugas pemadam kebakaran bersama aparat kepolisian melakukan penyisiran di lokasi.
Korban ditemukan meninggal dunia di dalam kamar tidur dengan kondisi mengalami luka bakar serius.
Jenazah kemudian dievakuasi ke RSUD dr Soeroto Ngawi untuk dilakukan pemeriksaan lebih lanjut.
Kapolsek Paron AKP Muh Nur Haris mengatakan pihaknya masih melakukan penyelidikan untuk mengetahui penyebab pasti kebakaran.
“Untuk penyebab kebakaran, kami masih melakukan olah TKP dan mengumpulkan keterangan saksi-saksi,” ujarnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto