Jawa Pos Radar Ngawi – Rekor tak terkalahkan Persinga Ngawi di putaran nasional Liga 4 Piala Presiden 2026 akhirnya terhenti.
Bermain di Stadion Ketonggo, Selasa (16/6), Laskar Ketonggo harus mengakui keunggulan Persipani Paniai dengan skor 1-2.
Meski menelan kekalahan perdana, hasil tersebut tidak memengaruhi langkah Persinga menuju babak 16 besar.
Tim asal Ngawi itu telah lebih dulu mengamankan tiket fase gugur sebelum pertandingan terakhir Grup V digelar.
Di hadapan 1.111 penonton yang memadati Stadion Ketonggo, Persinga kesulitan mengembangkan permainan sejak awal laga.
Tim tamu mampu memanfaatkan peluang dengan baik melalui ketajaman Julius Mambieuw.
Penyerang Persipani tersebut membuka keunggulan pada menit ke-32 sebelum menggandakan keunggulan timnya pada menit ke-53.
Persinga baru mampu memperkecil ketertinggalan lewat gol Zery Alpindo Kembaren pada menit ke-68.
Pelatih Persinga Selamet Riadi mengungkapkan kekalahan tersebut tidak lepas dari keputusan tim pelatih melakukan rotasi pemain.
Sejumlah pemain inti sengaja diistirahatkan sebagai bagian dari persiapan menghadapi babak 16 besar.
“Yang terpenting semua pemain sehat dan tidak ada yang cedera,” ujarnya.
Menurut Selamet, kondisi kebugaran pemain serta ancaman akumulasi kartu menjadi pertimbangan utama.
Bahkan, dua bek tengah andalan sengaja tidak dimainkan untuk menghindari risiko absen pada pertandingan berikutnya.
“Fokus utama kami sudah ke 16 besar. Ini kesempatan bagi pemain yang jarang mendapat jam bermain,” katanya.
Meski gagal mempertahankan catatan tak terkalahkan, Selamet tetap memberikan apresiasi kepada para pemain yang diturunkan.
Dia menilai permainan tim mengalami peningkatan pada babak kedua dan mampu memberikan perlawanan setelah tertinggal dua gol.
“Saya tetap memberikan apresiasi setinggi-tingginya untuk usaha maksimal anak-anak,” tegasnya.
Sementara itu, kubu Persipani Paniai menyambut kemenangan tersebut dengan penuh syukur.
Asisten Pelatih Persipani Kristian Alif Dogopia menyebut hasil positif atas tuan rumah menjadi modal berharga menghadapi persaingan di fase berikutnya.
“Kami bersyukur target menang di fase 32 besar bisa tercapai,” ujarnya.
Persipani juga melakukan sejumlah pergantian pemain pada babak kedua untuk memberi pengalaman bertanding kepada pemain pelapis.
Namun, rotasi tersebut membuat performa tim sempat menurun hingga akhirnya kebobolan satu gol.
“Rotasi dilakukan agar semua pemain mendapat pengalaman bertanding,” tandasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto