Jawa Pos Radar Madiun – Pergantian kepemimpinan terjadi di tubuh DPC PKB Kota Madiun.
Setelah dua periode memimpin partai, Ngedi Trisno Yhusianto resmi menyerahkan tongkat estafet kepemimpinan kepada Agus Wiyono untuk masa bakti 2026–2031.
Penetapan kepengurusan baru tersebut disampaikan DPP PKB pada Kamis (11/6).
Agus Wiyono atau yang akrab disapa Agus Tangki kini dipercaya memimpin Dewan Tanfidz DPC PKB Kota Madiun.
Agus menegaskan kepemimpinannya bukanlah awal yang benar-benar baru, melainkan kelanjutan dari fondasi organisasi yang telah dibangun kepengurusan sebelumnya.
Karena itu, langkah pertama yang akan dilakukan adalah memperkuat soliditas kader di seluruh tingkatan partai.
’’Saya meneruskan amanah dari Ketua DPC sebelumnya (Ngedi, Red). Kalau boleh dibilang, mentor saya tetap beliau. Saya hanya melanjutkan dan menjalankan amanah yang sudah dibangun bersama,’’ ujarnya, kemarin (16/6).
Menurut Agus, konsolidasi internal menjadi pekerjaan utama yang harus segera dituntaskan.
Dia ingin seluruh elemen partai memiliki pemahaman yang sama mengenai peran dan tanggung jawab masing-masing agar organisasi berjalan lebih efektif.
’’Yang terpenting saat ini menyolidkan seluruh kader terlebih dahulu. Kalau semuanya sudah saling memahami tugas dan tanggung jawabnya, maka pengembangan organisasi akan lebih mudah dilakukan,’’ katanya.
Setelah proses konsolidasi berjalan, PKB Kota Madiun akan mulai menyiapkan strategi menghadapi agenda politik mendatang.
Salah satu target yang dipasang adalah mengembalikan kursi legislatif yang hilang pada Pemilu sebelumnya, khususnya di daerah pemilihan Taman II.
’’Target kami tentu mengembalikan kursi yang hilang, khususnya di daerah pemilihan Taman II. Itu menjadi komitmen bersama seluruh kader,’’ tegas anggota DPRD Kota Madiun tersebut.
Agus memastikan penyusunan kepengurusan baru dilakukan secara terbuka melalui pembahasan bersama.
Seluruh pengurus juga diwajibkan menandatangani pakta integritas sebagai bentuk komitmen terhadap organisasi.
Menurutnya, loyalitas menjadi syarat utama dalam menjalankan roda partai.
’’Yang paling utama adalah loyalitas. Siapa pun yang menjadi pengurus harus siap meluangkan waktu, tenaga, dan pikirannya untuk membesarkan partai,’’ ujarnya.
Dalam struktur baru, posisi Sekretaris DPC tetap dipercayakan kepada Ngadimin atau Aziz.
Sementara jabatan bendahara diamanahkan kepada Oktavian Biantoro.
Agus menilai pengalaman Aziz dalam membangun komunikasi dengan pemerintah maupun struktur partai di tingkat provinsi dan pusat menjadi nilai penting bagi organisasi.
’’Mas Aziz sudah memahami medan organisasi. Komunikasinya dengan pemerintah, DPW, maupun DPP sudah terbangun dengan baik. Itu menjadi pertimbangan utama,’’ jelasnya.
Sedangkan Oktavian dinilai memiliki kemampuan manajerial yang kuat berkat latar belakangnya sebagai pengusaha muda.
Di sisi lain, Ngedi tetap mendapat peran strategis dalam struktur partai.
Ketua DPC dua periode tersebut kini dipercaya menjabat Sekretaris Dewan Syuro mendampingi Ketua Dewan Syuro Gus Soleh.
Menurut Agus, pengalaman Ngedi masih sangat dibutuhkan untuk mengawal arah organisasi dan menjadi mentor bagi kepengurusan baru.
’’Di PKB, Dewan Syuro dan Tanfidz tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. Kami berharap beliau tetap menjadi mentor sekaligus penggerak organisasi ke depan,’’ tandasnya. (err/her)
Editor : Hengky Ristanto