Jawa Pos Radar Ngawi – Pemkab Ngawi mulai melakukan penyegaran pada salah satu ikon daerah, Tugu Kartonyono.
Langkah tersebut dilakukan setelah warna putih dan emas pada replika gading gajah yang menjadi ciri khas monumen tersebut mulai memudar akibat paparan cuaca.
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Ngawi mengalokasikan anggaran sebesar Rp29 juta untuk pekerjaan pemeliharaan yang difokuskan pada pengecatan ulang.
Kabid Bina Konstruksi DPUPR Ngawi Yesi Widyarti mengatakan, perbaikan visual perlu segera dilakukan agar tampilan tugu tetap menarik dan menjadi representasi wajah kota.
“Penyegaran visual dengan pengecatan ulang mendesak dilakukan agar estetika kota tetap terjaga,” katanya, kemarin (17/6).
Menurut Yesi, pemeliharaan kali ini difokuskan sepenuhnya pada restorasi warna delapan replika gading gajah yang menjadi elemen utama Tugu Kartonyono.
Warna putih dan emas akan dikembalikan agar tampak lebih mencolok, baik pada siang maupun malam hari.
“Untuk pos pemeliharaan berkala, anggaran yang disiapkan berada di angka Rp29 juta,” ujarnya.
Dia menjelaskan, keterbatasan anggaran membuat pekerjaan tahun ini hanya menyasar pengecatan.
Pemeliharaan belum mencakup sistem mekanikal atau mesin penggerak yang membuat Tugu Kartonyono dapat berputar.
“Jadi, fokusnya murni pada pengecatan gading gajah saja,” jelasnya.
Pekerjaan dilakukan secara swakelola oleh DPUPR.
Saat ini proses pengecatan telah dimulai dan ditargetkan selesai seluruhnya pada awal Juli mendatang. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto