Jawa Pos Radar Ngawi – Keluhan masyarakat terkait pemadaman listrik yang terjadi berulang kali di sejumlah wilayah Kabupaten Ngawi mendapat perhatian anggota DPR RI Budi Sulistyono atau Kanang.
Politikus PDI Perjuangan yang bertugas di Komisi VI DPR RI itu menilai gangguan layanan listrik yang terus terjadi telah mengganggu aktivitas masyarakat maupun pelaku usaha.
Karena itu, Kanang berencana membawa persoalan tersebut ke manajemen PT PLN untuk meminta penjelasan sekaligus mencari solusi atas keluhan warga.
“PLN harus memberikan penjelasan yang jelas terkait penyebab pemadaman yang terus terjadi di sejumlah wilayah Ngawi,” katanya, kemarin (23/6).
Menurut mantan Bupati Ngawi dua periode tersebut, masyarakat mulai mempertanyakan kualitas pelayanan kelistrikan yang diberikan PLN.
Ia menilai alasan teknis maupun kebijakan tertentu yang selama ini disampaikan kepada masyarakat tidak cukup menjawab keresahan yang muncul akibat seringnya pemadaman.
“Di Ngawi ada spot-spot tertentu, kecamatan-kecamatan, atau gardu-gardu tertentu yang sering dimatikan dan dipadamkan. Saya ingin tahu ini sebetulnya strategi apa?” ujarnya.
Kanang menegaskan bahwa persoalan pemadaman listrik tidak bisa dianggap sepele karena berdampak langsung terhadap aktivitas ekonomi, pelayanan publik, hingga kehidupan masyarakat sehari-hari.
Selain itu, ia juga menanggapi isu yang berkembang mengenai kemungkinan terganggunya pasokan batu bara sebagai penyebab gangguan listrik.
Menurutnya, alasan tersebut sulit diterima karena Indonesia merupakan salah satu negara penghasil batu bara terbesar di dunia.
“Alasan tersebut sulit diterima mengingat Indonesia salah satu produsen batu bara terbesar di dunia,” ucapnya.
Kanang menduga persoalan yang terjadi perlu dikaji lebih jauh, termasuk kemungkinan berkaitan dengan kondisi keuangan perusahaan maupun hubungan dengan pemasok energi.
“Yang menipis itu kemungkinan keuangan PLN, sehingga muncul krisis kepercayaan dari para pemasok batu bara untuk memberikan utang lagi,” katanya.
Dia mengaku telah lama mengingatkan pemerintah mengenai beban keuangan PLN yang terus meningkat.
Jika tidak segera ditangani, kondisi tersebut dikhawatirkan dapat memengaruhi kualitas pelayanan kepada masyarakat.
“Masalah ini segera saya sampaikan dan kawal langsung ke PLN,” tegasnya.
Di sisi lain, Kanang juga mendorong percepatan pengembangan energi baru terbarukan (EBT) sebagai solusi jangka panjang untuk memperkuat ketahanan energi nasional.
Menurutnya, ketergantungan terhadap energi fosil harus mulai dikurangi karena sumber daya tersebut bersifat terbatas dan tidak dapat diperbarui.
“Pemanfaatan energi matahari salah satu solusi jangka panjang yang perlu dikembangkan secara lebih serius untuk menjaga ketahanan energi nasional,” tuturnya. (sae/cor)
Editor : Hengky Ristanto