Jawa Pos Radar Ngawi – Sisa Lebih Pembiayaan Anggaran (Silpa) APBD Kabupaten Ngawi Tahun Anggaran 2025 mencapai angka fantastis.
Nilainya menembus Rp 150 miliar dan terungkap dalam rapat paripurna DPRD Ngawi, Selasa (23/6).
Bupati Ngawi Ony Anwar Harsono menjelaskan tingginya Silpa tidak terjadi tanpa sebab.
Salah satu penyumbang terbesar berasal dari sektor belanja modal yang tidak terserap secara maksimal.
“Ini menjadi catatan penting, ke depan perencanaan harus lebih dikuatkan,” ujar Ony, Kamis (25/6).
Selain faktor internal, terdapat faktor eksternal yang turut memengaruhi besarnya Silpa.
Salah satunya terkait dana transfer dari pemerintah pusat untuk kebutuhan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) yang baru diterima menjelang akhir tahun anggaran.
Menurut Ony, waktu pencairan yang terlalu mepet membuat pemerintah daerah tidak dapat menggunakan anggaran tersebut karena belum masuk dalam perencanaan program.
“Turunnya di akhir tahun, secara mekanisme kami tidak bisa menggunakan dana itu karena mepet, belum ada perencanaan,” terangnya.
Meski nominalnya besar, Ony menegaskan Silpa tidak selalu bermakna negatif.
Sebagai daerah yang masih memiliki ketergantungan cukup tinggi terhadap dana transfer pusat, Ngawi tetap diwajibkan menjaga likuiditas fiskal melalui dana cadangan.
“Pemkab diwajibkan Kemenkeu menjaga likuiditas fiskal melalui dana pencadangan,” katanya.
Pemkab memastikan dana tersebut tidak akan mengendap tanpa manfaat.
Rencananya, Silpa Rp 150 miliar akan dimasukkan dalam APBD Perubahan 2026 untuk mendukung berbagai program pembangunan.
Prioritas utama diarahkan pada sektor infrastruktur, terutama perbaikan dan pembangunan jalan poros desa yang selama ini menjadi kebutuhan masyarakat.
“Nanti penggunaannya masuk di APBD Perubahan 2026, kami arahkan ke infrastruktur, terutama jalan poros desa,” pungkas Ony. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto