Jawa Pos Radar Ngawi – Persinga Ngawi memastikan diri menjadi juara Grup CC Liga 4 Piala Presiden 2026 setelah bermain imbang 1-1 melawan Persigar Garut pada laga terakhir babak 16 besar di Stadion Ketonggo, kemarin (26/6).
Hasil tersebut sekaligus mengantarkan kedua tim melaju ke babak delapan besar.
Pelatih Persinga Ngawi, Selamet Riadi, mengungkapkan dirinya sengaja melakukan rotasi besar-besaran pada pertandingan terakhir fase grup.
Langkah itu dilakukan untuk memberi kesempatan bermain kepada pemain yang selama ini minim menit tampil.
"Hasilnya memang tidak diharapkan, tapi kami masih juara grup," ujarnya.
Persinga menutup fase grup dengan koleksi tujuh poin tanpa sekalipun menelan kekalahan.
Sementara Persigar Garut finis di posisi kedua dengan lima poin sehingga turut mengamankan tiket ke babak delapan besar.
"Alhamdulillah ini rezekinya Persigar," kata Pelatih Persigar Garut, Asep Angga Permadi.
Pertandingan yang disaksikan 1.129 penonton berlangsung sengit sejak menit awal.
Persinga lebih dulu memimpin pada menit ke-24 dan mempertahankan keunggulan 1-0 hingga turun minum.
"Kami sempat tertinggal satu kosong di babak pertama," ujar Asep.
Memasuki babak kedua, Persigar meningkatkan intensitas serangan.
Upaya tersebut membuahkan hasil pada menit ke-58 setelah gol bunuh diri pemain Persinga mengubah skor menjadi 1-1.
Hingga peluit panjang dibunyikan, tidak ada tambahan gol sehingga pertandingan berakhir imbang.
"Menghadapi tuan rumah itu tidak mudah. Kami hanya meyakinkan mentalitas para pemain. Akhirnya bisa imbang," tambah Asep.
Tambahan satu poin menjadi sangat berarti bagi Persigar.
Sebab pada pertandingan lain, Wamena United menang telak 5-0 atas Persak Kebumen.
Jika Persigar kalah, poin mereka akan sama dengan Wamena United sehingga peluang lolos menjadi lebih rumit.
"Ini kerja keras jajaran pelatih, tim fisio, pemain, serta doa dari masyarakat Garut. Sekarang saatnya fokus penuh menatap babak 8 besar," pungkasnya. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto