Jawa Pos Radar Madiun - Jalur rapor atau tes tertulis bukan satu-satunya karpet merah menuju kampus impian.
Di MAN 1 Ngawi, panggung ekstrakurikuler (ekskul) justru disulap menjadi 'paspor' paling ampuh.
Lewat gemblengan pembinaan talenta, siswa-siswanya sukses menyabet Golden Ticket Teknik Informatika ITS Surabaya, lolos ke UIN Malang, hingga mengamankan kursi Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir.
Kepala MAN 1 Ngawi Maskur menegaskan bahwa ekskul didesain sebagai jembatan masa depan.
Baca Juga: Tanamkan Jargon 'Pulang Bawa Piala', SMPN 5 Madiun Rajai Podium Olahraga dan Seni
Pihaknya membuka kran berekspresi seluas-luasnya melalui puluhan cabang.
Mulai dari riset ilmiah, tahfidz, organisasi, hingga keterampilan siap kerja seperti tata boga, desain grafis, dan pengelasan.
‘’Semua program ini dirancang agar setiap anak mampu mengenali, mengasah, dan melejitkan potensi unik di era global,’’ ujarnya.
Strategi penajaman bakat memicu ‘ledakan’ prestasi. Di kancah riset, tim MAN 1 Ngawi meraih juara 2 Essay Nasional di ITS dan Bronze Medal Poltek Bandung.
Sementara di gelanggang olahraga dan seni, mendominasi sebagai juara 1 Kejurprov Catur Ngawi,
juara 2 Pencak Silat O2SN, serta menyapu bersih Juara 1 Cipta Lagu dan Baca Puisi tingkat kabupaten.
Berkat ketelatenan memoles bakat mentah menjadi deretan trofi tersebut, MAN 1 Ngawi dianugerahi penghargaan Outstanding Extracurricular ajang Education Awards Radar Madiun 2026.
Baca Juga: Perkuat Jaringan Industri, Cetak Lulusan Siap Kerja
Mengusung jargon Madrasah Maju, Bermutu, Mendunia, Maskur enggan berpuas diri.
‘’Fokus manajemen ke depan adalah mengantarkan lebih banyak anak didik kami berdiri di podium tertinggi internasional,’’ pungkasnya. (ifa/cor/*)
Editor : Tim Content Writer Radar Madiun