Nasional Kota Madiun Kab. Madiun Ngawi Magetan Ponorogo Pacitan Internasional Olahraga Gaya Hidup Hiburan Jual Beli

Harga Bahan Baku Melonjak, Produksi UMKM Kedelai Goreng di Ngawi Anjlok

Asep Syaeful • Jumat, 3 Juli 2026 | 03:20 WIB
Aktivitas pekerja mengolah kedelai goreng di salah satu UMKM Desa Beran, Kabupaten Ngawi. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI
Aktivitas pekerja mengolah kedelai goreng di salah satu UMKM Desa Beran, Kabupaten Ngawi. ASEP SYAEFUL/RADAR NGAWI

Jawa Pos Radar Ngawi – Lonjakan harga bahan baku membuat pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kabupaten Ngawi kian tertekan.

Kenaikan harga kedelai, minyak goreng, hingga plastik kemasan memaksa pelaku usaha memangkas produksi sekaligus mengurangi jam operasional.

Kondisi tersebut dialami Muhadi Suko Utomo, pengusaha kedelai goreng asal Desa Beran, Kecamatan Ngawi.

Menurut dia, kenaikan harga bahan baku terjadi hampir pada seluruh komponen produksi dalam tiga bulan terakhir.

''Sekarang kondisinya susah, minyak goreng langka, harganya juga terus naik,'' ujar Muhadi, Kamis (2/6).

Untuk menekan kerugian, Muhadi mengambil sejumlah langkah efisiensi.

Selain menaikkan harga jual, dia juga memangkas hari produksi.

''Kami terpaksa menaikkan harga jual dan mengurangi jam kerja,'' keluhnya.

Dapur produksi yang mempekerjakan tiga karyawan itu sebelumnya beroperasi sekitar 20 hari dalam sebulan.

Kini, aktivitas produksi hanya berlangsung delapan hari setiap bulan.

Dampaknya, kapasitas produksi turun drastis.

Jika sebelumnya mampu menghasilkan delapan kuintal kedelai goreng per hari, kini hanya sekitar empat kuintal.

''Produksi harian biasanya delapan kuintal, sekarang tinggal empat kuintal,'' ungkapnya.

Muhadi menjelaskan, harga kedelai yang semula Rp 8.500 per kilogram kini naik menjadi Rp 10.500 per kilogram.

Di sisi lain, harga plastik pembungkus juga melonjak tajam, dari Rp 28 ribu menjadi Rp 55 ribu per kilogram.

''Nyaris semua bahan bakunya naik,'' terangnya.

Kenaikan biaya produksi juga dipicu mahalnya harga minyak goreng.

Mustaqim, salah seorang karyawan Muhadi, mengatakan mereka kini menggunakan minyak goreng curah karena minyak kemasan sulit diperoleh dan harganya jauh lebih tinggi.

Namun, harga minyak goreng curah juga mengalami kenaikan.

Dari sebelumnya Rp 16 ribu per kilogram, kini mencapai Rp 19.300 per kilogram.

Akibat membengkaknya biaya produksi, Muhadi terpaksa menyesuaikan harga jual produk.

Kedelai goreng kemasan 5 kilogram yang sebelumnya dijual Rp 77 ribu kini naik menjadi Rp 82 ribu.

''Produk yang semula dijual Rp 77 ribu, sekarang terpaksa dijual Rp 82 ribu,'' ujarnya. (sae/den)

Editor : Hengky Ristanto
#umkm kedelai goreng ngawi #harga kedelai naik #ngawi