Jawa Pos Radar Ngawi – Kerusakan di ruas Jalan Nglondan–Mengger di Kecamatan Karanganyar menjadi perhatian Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Ngawi.
Kondisi jalan yang dipenuhi lubang dan munculnya besi cor di permukaan dinilai membahayakan keselamatan pengguna jalan.
Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Kabupaten Ngawi Muhammad Fauzi Amir Rachman mengatakan, perbaikan akan dilakukan melalui program pemeliharaan rutin pada tahun ini.
''Kami akan lakukan pemeliharaan rutin dahulu tahun ini,'' kata Fauzi, Jumat (3/7).
Menurut dia, metode perbaikan menggunakan aspal penetrasi untuk menutup titik-titik kerusakan sekaligus memperpanjang umur layanan jalan.
Langkah tersebut diharapkan dapat meningkatkan keamanan dan kenyamanan masyarakat saat melintasi ruas jalan tersebut.
''Sekaligus memastikan jalur tersebut kembali aman dan nyaman saat dilewati masyarakat,'' ujarnya.
Berdasarkan hasil pemetaan di lapangan, pemeliharaan akan dilakukan sepanjang sekitar tiga kilometer.
Sementara pada ruas Mengger–Karanganyar yang memiliki panjang sekitar tujuh kilometer, perbaikan difokuskan pada titik-titik yang mengalami kerusakan.
''Segera kami eksekusi,'' tegasnya.
Fauzi mengakui, perbaikan secara menyeluruh belum dapat direalisasikan tahun ini karena keterbatasan anggaran.
''Perbaikan menyeluruh harus menyesuaikan dengan anggaran yang ada,'' tuturnya.
Tahun ini, DPUPR mengalokasikan Rp 3 miliar untuk program pemeliharaan rutin jalan di seluruh Kabupaten Ngawi.
Anggaran tersebut terdiri atas Rp 1,2 miliar untuk pengadaan material dan Rp 1,8 miliar untuk pembelian aspal drum.
Selain ruas Nglondan–Mengger, pemeliharaan juga dilakukan di tujuh ruas lain, yakni Kedungpahu–Waduk Pondok, Karangjati–Rejuno, Rejuno–Pakolan, Kendal–Playaran, Playaran–Patalan, Guyung–Widodaren, serta Jatigembol–Kedunggalar.
Secara keseluruhan, panjang jalan yang menjadi sasaran pemeliharaan rutin pada 2026 mencapai sekitar 35 kilometer.
Seluruh pekerjaan akan dilaksanakan dengan sistem swakelola. (sae/den)
Editor : Hengky Ristanto